Pencarian

IHSG Melemah 0,69% ke 6.396, Satu-satunya Bursa Asia yang Turun Pagi Ini

Senin, 21 September 2026 • 10:03:31 WIB
IHSG Melemah 0,69% ke 6.396, Satu-satunya Bursa Asia yang Turun Pagi Ini
IHSG melemah 0,69% ke level 6.396 pada perdagangan Senin (21/9/2026) pagi.

NARAWARTA.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kehilangan 44,52 poin atau 0,69% ke level 6.396 pada perdagangan Senin (21/9/2026) pagi. Pelemahan ini terjadi saat hampir seluruh bursa utama Asia justru menguat, menyisakan IHSG dan KLCI Malaysia sebagai satu-satunya indeks yang berada di zona merah.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 09:30 WIB, IHSG bergerak di level 6.396 setelah kehilangan 44,52 poin. Tekanan jual terlihat merata dengan 315 saham melemah, jauh melampaui 234 saham yang menguat, sementara 181 saham stagnan.

Bursa Asia Kompak Menguat, IHSG Jadi Pengecualian

Hampir semua indeks saham utama di kawasan Asia yang sudah membuka perdagangan pagi ini berhasil menguat. KOSPI dan KOSDAQ dari Korea Selatan, TW Weighted Index Taiwan, Shenzhen Composite, Shanghai Composite, dan CSI 300 dari China, Hang Seng Hong Kong, Straits Times Singapura, Ho Chi Minh Stock Index Vietnam, PSEi Filipina, serta SETI Thailand semuanya menghijau.

IHSG hanya ditemani KLCI Malaysia yang ikut melemah. Kondisi ini menempatkan pasar saham Indonesia sebagai salah satu yang terlemah di Asia pada sesi pembukaan.

Nilai Transaksi Baru Rp2,61 Triliun dalam 30 Menit

Data BEI mencatat volume perdagangan mencapai 6,29 miliar saham dengan nilai transaksi Rp2,61 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 467.830 kali transaksi sepanjang 30 menit pertama.

Angka transaksi tersebut tergolong tipis untuk ukuran sesi pembukaan, mengindikasikan pelaku pasar masih menahan diri. Sebanyak 315 saham melemah, 234 saham menguat, dan 181 saham tidak bergerak.

Tekanan Jual Serentak di Tengah Optimisme Kawasan

Pelemahan IHSG terjadi di tengah sentimen positif yang menyelimuti bursa regional. KOSPI dan KOSDAQ Korea Selatan, TW Weighted Index Taiwan, Shenzhen Composite, Shanghai Composite, dan CSI 300 China, Hang Seng Hong Kong, Straits Times Singapura, Ho Chi Minh Stock Index Vietnam, PSEi Filipina, serta SETI Thailand semuanya berhasil menguat pagi ini.

IHSG hanya ditemani KLCI Malaysia yang ikut melemah, menjadikan kedua indeks ini sebagai pengecualian di kawasan. Kondisi tersebut menandakan tekanan jual di pasar saham Indonesia datang dari faktor domestik, bukan dari sentimen regional.

Breadth Pasar Negatif, Tekanan Merata

Dari 730 saham yang diperdagangkan, 315 saham melemah berbanding 234 saham yang menguat. Rasio tersebut menunjukkan tekanan jual yang cukup merata di hampir seluruh sektor.

Frekuensi transaksi sebanyak 467.830 kali dengan nilai Rp2,61 triliun mengindikasikan pelaku pasar masih wait and see. Volume 6,29 miliar saham yang berpindah tangan dalam 30 menit pertama belum cukup menahan laju pelemahan indeks.

Yang Perlu Dicermati Investor

Pelemahan IHSG yang terjadi sendirian di kawasan Asia patut menjadi perhatian. Ketika bursa regional justru menguat, tekanan di pasar domestik biasanya bersumber dari faktor internal seperti aksi jual asing atau sentimen politik-ekonomi dalam negeri.

Investor disarankan mencermati data net buy/sell asing dan pergerakan nilai tukar rupiah sepanjang sesi hari ini untuk mengukur apakah tekanan jual bersifat sementara atau berlanjut hingga penutupan.

Sumber: bloombergtechnoz.com

Follow narawarta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks