Pencarian

Jennifer Coppen Ungkap Ketakutan Terbesar Usai Jadi Ibu untuk Kamari

Senin, 21 September 2026 • 09:03:31 WIB
Jennifer Coppen Ungkap Ketakutan Terbesar Usai Jadi Ibu untuk Kamari
Aktris Jennifer Coppen saat menjadi narasumber dalam wawancara di kanal YouTube Cumi Cumi.

NARAWARTA.COM — Aktris Jennifer Coppen mengaku punya satu ketakutan terbesar sejak menjadi ibu untuk putrinya, Kamari Sky Wassink. Ketakutan itu berakar dari pengalaman pahitnya kehilangan sang ibu saat usianya baru 17 tahun. Simak cerita lengkap dan pelajaran parenting yang bisa ibu muda ambil dari kisahnya.

Wanita 25 tahun ini mengaku selalu berdoa diberi umur panjang agar bisa merawat Kamari Sky Wassink, putri semata wayangnya bersama Justin Hubner.

Ketakutan yang Berakar dari Masa Remaja

Dalam wawancara di kanal YouTube Cumi Cumi, Jennifer blak-blakan soal kekhawatirannya meninggalkan Kamari terlalu cepat. Ia sadar umur manusia sudah diatur Tuhan, tapi tetap berharap diberi waktu lebih banyak.

"Salah satu ketakutan terbesar aku adalah meninggalkan anak aku ya. Kayak umur kan udah diatur sama Tuhan, kapan pun waktunya aku dipanggil, aku insyaallah siap, siap enggak siap," ujar Jennifer Coppen.

Ia tak ingin Kamari merasakan hal yang sama. Tumbuh tanpa pelukan dan bimbingan seorang ibu, kata Jennifer, meninggalkan rasa sepi yang sulit dijelaskan.

Belajar Jadi Ibu Tanpa Sosok Panutan

Ketiadaan ibu membuat Jennifer harus belajar merawat bayi sendiri. Ia tak punya tempat bertanya saat menghadapi kesulitan awal menjadi orang tua.

Banyak ibu muda di Indonesia merasakan hal serupa, terutama yang tinggal jauh dari keluarga besar. Rasa cemas, bingung, dan lelah sering datang bersamaan tanpa ada yang bisa langsung dimintai pendapat.

Jennifer memilih menjadikan pengalaman pahitnya sebagai alasan untuk lebih hadir bagi Kamari. Ia ingin memastikan putrinya tumbuh dengan rasa aman dan dicintai.

Apa yang Bisa Ibu Muda Pelajari

Kisah Jennifer mengingatkan bahwa kesehatan mental ibu sama pentingnya dengan kesehatan anak. Kehilangan sosok ibu di usia remaja bisa memengaruhi cara seseorang menjalani peran sebagai orang tua.

Kalau ibu merasa cemas berlebihan soal masa depan atau sering diliputi ketakutan kehilangan, jangan dipendam sendiri. Bicarakan dengan pasangan, keluarga, atau konselor.

Membangun support system juga krusial. Bergabung dengan komunitas ibu, mengikuti kelas parenting, atau rutin berkonsultasi ke bidan dan dokter anak bisa membantu ibu merasa lebih siap.

Kapan Perlu Cari Bantuan Profesional

Rasa khawatir soal masa depan anak itu wajar. Tapi kalau kecemasan sampai mengganggu tidur, nafsu makan, atau membuat ibu sulit menjalani aktivitas harian, itu tanda perlu bantuan.

Psikolog atau konselor keluarga bisa membantu ibu mengurai rasa takut yang berakar dari pengalaman masa lalu. Jangan tunggu sampai kecemasan mengganggu hubungan dengan anak dan pasangan.

Cerita Jennifer Coppen menunjukkan bahwa menjadi ibu bukan hanya soal merawat anak, tapi juga soal merawat luka diri sendiri. Dengan dukungan yang tepat, ibu bisa hadir utuh untuk buah hati tanpa dibayangi ketakutan masa lalu.

Sumber: lifestyle.sindonews.com

Follow narawarta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks