Pencarian

Ketegangan Iran-AS Masuk Bulan Ketujuh, Rupiah Melemah ke Rp17.649 per Dolar AS Siang Ini

Senin, 14 September 2026 • 11:16:01 WIB
Ketegangan Iran-AS Masuk Bulan Ketujuh, Rupiah Melemah ke Rp17.649 per Dolar AS Siang Ini

JAKARTA, NARAWARTA.COM — Rupiah melemah 0,22% atau 38 poin ke level Rp17.649 per dolar AS pada pukul 10.57 WIB, Senin (14/9/2026), setelah dibuka menguat tipis di Rp17.607. Pelemahan terjadi seiring indeks dolar AS yang terus menguat 0,21% ke posisi 99,33, ditopang eskalasi ketegangan geopolitik Iran-Amerika Serikat yang memasuki bulan ketujuh. Konflik kedua negara disebut sebagai salah satu pertempuran terparah beberapa bulan terakhir dan mengganggu distribusi minyak mentah dunia.

Pergerakan rupiah hari ini berbalik arah dalam waktu kurang dari dua jam. Setelah dibuka menguat 0,02% atau 4 poin ke Rp17.607 per dolar AS pada pukul 09.05 WIB, mata uang Garuda berbalik melemah 38 poin ke Rp17.649 pada pukul 10.57 WIB.

Tekanan datang dari indeks dolar AS yang saat pembukaan berada di posisi 99,19, lalu naik ke 99,33. Penguatan greenback berlangsung hampir sepanjang pagi.

Mengapa Iran-Amerika Serikat Jadi Pemicu Utama

Ketegangan Iran-Amerika Serikat yang memasuki bulan ketujuh menjadi faktor penekan utama rupiah. Konflik itu disebut sebagai salah satu pertempuran terparah beberapa bulan terakhir.

Dampaknya langsung terasa di pasar energi. Distribusi minyak mentah dunia terganggu, dan harga Brent melonjak ke US$107,63 per barel per 10 September 2026.

Angka itu jauh di atas posisi Juli 2026 yang masih US$71,80 per barel. Kenaikan hampir 50% dalam dua bulan memberi tekanan baru bagi negara importir neto minyak seperti Indonesia.

Harga minyak di atas asumsi APBN 2026 memperbesar risiko defisit fiskal. Beban subsidi BBM otomatis membengkak ketika harga minyak mentah global terus naik.

Rupiah Sudah Tertekan Sejak Akhir Pekan Lalu

Pada perdagangan sebelumnya, Jumat (11/9/2026), rupiah ditutup melemah 0,36% ke level Rp17.611 per dolar AS. Pelemahan serupa juga menimpa sejumlah mata uang Asia.

Ringgit Malaysia turun 0,09%, rupee India turun 0,28%, dan peso Filipina turun 0,26%. Sebaliknya, won Korea menguat 0,38% dan yen Jepang menguat 0,10%.

Dolar Singapura naik tipis 0,02%, yuan China menguat 0,03%, dan baht Thailand naik 0,09%. Pola ini menunjukkan tekanan tidak merata di kawasan.

Proyeksi Analis untuk Sepekan ke Depan

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan rupiah bergerak fluktuatif di rentang Rp17.610-Rp17.650 hari ini. Untuk sepekan ke depan, ia memperkirakan rentang Rp17.500-Rp17.850.

Proyeksi itu bersifat tambahan, bukan fakta pergerakan hari ini. Yang sudah terjadi: rupiah melemah dari Rp17.607 ke Rp17.649 dalam sesi pagi.

Bagi pelaku usaha dan importir, posisi dolar AS di atas Rp17.600 menambah biaya bahan baku. Pedagang yang memegang utang dolar juga menghadapi risiko selisih kurs lebih besar.

Pemerintah belum merilis pernyataan resmi soal dampak konflik Iran-AS terhadap postur APBN 2026. Pasar menunggu apakah ada intervensi Bank Indonesia untuk menahan pelemahan lebih dalam.

Data Kurs Rupiah/USD, Senin 14 September 2026

WaktuKursIndeks Dolar AS
09.05 WIBRp17.607 (menguat 0,02% / 4 poin)99,19
10.57 WIBRp17.649 (melemah 0,22% / 38 poin)99,33

Mata Uang Asia Lain (Jumat, 11 September 2026)

Mata UangPergerakan
Ringgit Malaysia−0,09%
Rupee India−0,28%
Peso Filipina−0,26%
Won Korea+0,38%
Dolar Singapura+0,02%
Yuan China+0,03%
Baht Thailand+0,09%
Yen Jepang+0,10%

Harga minyak mentah Brent per 10 September 2026 berada di level US$107,63 per barel, melonjak dari US$71,80 per barel pada Juli 2026, dipicu ketegangan geopolitik Iran-Amerika Serikat yang memasuki bulan ketujuh.

Analis PT Traze Andalan Futures memproyeksikan rupiah bergerak di rentang Rp17.610–Rp17.650 hari ini dan Rp17.500–Rp17.850 dalam sepekan ke depan. Data pergerakan pasar bersifat dinamis dan dapat berubah.

Follow narawarta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks