Pencarian

Bank Mandiri Solo Raya Pacu Kredit Rp 4,9 Triliun, NPL Turun Jadi 1,94 Persen

Selasa, 06 Oktober 2026 • 08:03:01 WIB
Bank Mandiri Solo Raya Pacu Kredit Rp 4,9 Triliun, NPL Turun Jadi 1,94 Persen
Kepala Bank Mandiri Area Solo Raya Isdaryani memaparkan kinerja kredit Rp 4,9 triliun pada semester pertama 2026 dalam sarasehan di Kantor OJK Solo.

NARAWARTA.COM — Bank Mandiri Area Solo Raya menyalurkan kredit Rp 4,9 triliun hingga semester pertama 2026, naik 3 persen dibanding periode sama tahun lalu yang sekitar Rp 4,7 triliun. Pertumbuhan ini terjadi saat penyaluran kredit perbankan di Solo Raya secara umum stagnan, bahkan terkontraksi hingga 3 persen. Kinerja tersebut dipaparkan ke OJK, Bank Indonesia, dan anggota Komisi XI DPR RI dalam sarasehan di Kantor OJK Solo.

Kepala Bank Mandiri Area Solo Raya Isdaryani membeberkan capaian perseroan di hadapan Kepala OJK Solo Mohammad Mufid, Kepala Bank Indonesia Solo Dwianto Cahyo Sumirat, anggota Komisi XI DPR RI Didik Haryadi, serta para pimpinan bank Himbara di Solo. Sarasehan kunjungan kerja itu berlangsung di Kantor OJK Solo.

Angka pertumbuhan kredit Bank Mandiri berbanding terbalik dengan kondisi industri di wilayah tersebut. Saat bank lain mencatat stagnasi hingga penurunan 3 persen pada semester pertama tahun ini, Bank Mandiri justru membukukan kenaikan 3 persen.

Kredit UMKM Tembus Rp 2,946 Miliar

Dari total kredit Rp 4,9 triliun, sebanyak Rp 2,946 miliar disalurkan ke sektor UMKM dengan 35.857 debitur. Isdaryani menyebut penyaluran kredit ke UMKM terus meningkat dalam empat tahun terakhir.

"Bank Mandiri hadir dan mendukung bisnis debitur UMKM agar naik kelas dan peningkatan kapasitas produksi melalui pembiayaan," kata Isdaryani.

Kualitas kredit juga membaik. Angka kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL) turun dari 1,98 persen menjadi 1,94 persen, turun dua basis poin seiring naiknya volume pembiayaan yang disalurkan.

Dana Pihak Ketiga Naik 5,6 Persen

Dari sisi penghimpunan dana, Bank Mandiri Area Solo Raya mencatat kenaikan dana pihak ketiga (DPK) sekitar 5,6 persen. Nilainya naik dari Rp 9,0 triliun menjadi Rp 9,5 triliun dibanding setahun sebelumnya.

Dana murah berupa giro dan tabungan atau Current Account Savings Account (CASA) juga tumbuh 5,5 persen. Komposisi CASA yang sehat membantu bank menekan biaya bunga dan menjaga margin keuntungan.

Pesan Komisi XI: Jangan Hanya Kejar Target

Anggota Komisi XI DPR RI Didik Haryadi mengingatkan bank-bank Himbara, termasuk BRI, BNI, BTN, BSI, Bank Mandiri, dan Bank Jateng, agar tidak semata mengejar target pencapaian.

"Yang terpenting bagi saya bukanlah tingginya angka-angka yang tercapai, tapi bagaimana kredit yang disalurkan juga dirasakan oleh wong cilik, pelaku usaha kecil, bukan hanya pengusaha besar. Pesan saya, bekerjalah dengan hati, jangan hanya mengejar target," kata Didik Haryadi.

Pertumbuhan kredit Bank Mandiri di Solo Raya menjadi sinyal bahwa permintaan pembiayaan di wilayah ini masih berjalan, terutama dari segmen UMKM yang menopang perekonomian lokal. Bagi nasabah dan pelaku usaha, tren penurunan NPL menunjukkan bank masih menjaga selektivitas penyaluran kredit tanpa mengorbankan ekspansi.

Sumber: lokawarta.com

Follow narawarta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks