Pencarian

PDC Diversifikasi Bisnis, Garap Trading OCTG hingga EPC

Jumat, 25 September 2026 • 08:03:31 WIB
PDC Diversifikasi Bisnis, Garap Trading OCTG hingga EPC
PT Patra Drilling Contractor memperluas lini bisnis ke trading pipa OCTG, EPC, dan produksi chemical.

NARAWARTA.COM — PT Patra Drilling Contractor (PDC) memperluas lini bisnisnya ke trading pipa OCTG, EPC, dan produksi chemical. Anak usaha Pertamina itu menargetkan pasar di luar Pertamina Group yang selama ini baru menyumbang 10-20 persen dari total pendapatan.

Direktur Utama PDC Hery Lesmana mengungkapkan perusahaan tengah membangun kapabilitas di bisnis trading pipa Oil Country Tubular Goods (OCTG) atau casing tubing. Langkah ini menandai upaya PDC keluar dari ketergantungan pada layanan penunjang energi yang selama ini menjadi tulang punggung perusahaan.

Selama ini PDC hanya memasok OCTG ke PDSI saat kegiatan pengeboran berlangsung. Padahal, kebutuhan pipa tersebut di lingkungan Pertamina Group terbilang besar dan belum sepenuhnya tergarap.

Trading OCTG Tak Butuh Aset Besar

Model bisnis trading dipilih karena tidak memerlukan investasi aset yang berat. PDC menggandeng manufaktur terpercaya untuk kemudian memasarkan produk ke pasar Pertamina Group maupun non-Pertamina.

"Yang pipa tubing itu trading, OCTG namanya. Selama ini kami hanya supply ke PDSI saat drilling. Padahal kebutuhan OCTG cukup banyak, di Pertamina Group saja banyak. Kami sedang mencoba membangun kapabilitas ke sana," ujar Hery di Indramayu, Kamis (25/9/2026).

Selain trading OCTG, PDC mengembangkan divisi EPC dan konstruksi. Perusahaan juga menyasar trading chemical production yang sebelumnya hanya menjadi pendukung proyek internal.

Bisnis Inti Tetap Tumbuh

Di tengah ekspansi, empat unit utama PDC masih menjadi penopang pendapatan tahun ini: Food and Lodging Services (FLS), manpower supply, heavy transport equipment, dan marine services.

Divisi marine mencatat pertumbuhan melalui penyediaan equipment oil boom untuk penanggulangan tumpahan minyak. Peralatan itu sudah terpasang di sejumlah wilayah operasi, termasuk Offshore Southeast Sumatra (OSES) serta Patra Niaga wilayah timur dan barat.

"Setiap perusahaan oil and gas wajib menyiapkan equipment yang ready jika terjadi insiden tumpahan minyak. Itu bentuk kesiapsiagaan," kata Hery.

Komposisi pasar PDC saat ini masih didominasi Pertamina Group. PDSI menyumbang sekitar 50 persen, Pertamina Group 30 persen, dan non-Pertamina hanya 10-20 persen. Hery menilai pasar non-Pertamina masih sangat luas untuk digarap.

Mikroalga Tekan Emisi CO2

Di bidang dekarbonisasi, PDC menerapkan teknologi Mikroalga di Subang berkapasitas 0,7 EPS. Teknologi ini mampu mengurangi kadar CO2 dari gas yang dihasilkan.

"Itu berhasil mengurangi CO2, capaiannya hampir 200 persen dari target. Teknologinya fit for purpose dan tidak makan kapital tinggi," ungkap Hery.

Teknologi hasil inovasi Pertamina itu ditugaskan pembangunannya kepada PDC dan kini sedang direview bersama PHE serta Pertamina Persero untuk direplikasi di lokasi lain. Contoh penerapannya bisa dilihat di lobi kantor PDC Matraman berupa akuarium berwarna hijau.

PDC juga akan memulai program dual fuel untuk rig dan heavy equipment sebagai bagian dari efisiensi energi.

Digitalisasi dan Program CSR Malika

Untuk mendukung bisnis, PDC memperkuat digitalisasi dan prinsip ESG. Digitalisasi dimanfaatkan untuk pemasaran lewat website dan marketplace serta optimasi monitoring peralatan.

Dari sisi ESG, PDC menjalankan program Malika, yakni pengolahan minyak jelantah hasil katering FLS yang diolah kembali dan menjadi bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan.

"Setiap unit bisnis kami tidak akan buang limbah sembarangan. Limbah yang masih bisa dimanfaatkan seperti minyak jelantah justru kami jadikan CSR," pungkas Hery.

Langkah diversifikasi PDC mencerminkan pola yang lazim di tubuh anak usaha Pertamina: memperkuat lini bisnis baru sembari menjaga kontribusi bisnis inti. Bagi PDC, keberhasilan menembus pasar non-Pertamina akan menentukan seberapa besar ruang tumbuh perusahaan dalam beberapa tahun ke depan.

Sumber: dunia-energi.com

Follow narawarta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks