Pencarian

Meta Pamer Kacamata Pintar Audio Tanpa Kamera di Meta Connect

Sabtu, 26 September 2026 • 10:44:01 WIB
Meta Pamer Kacamata Pintar Audio Tanpa Kamera di Meta Connect
Meta memperkenalkan kacamata pintar audio-only tanpa kamera di ajang Meta Connect.

NARAWARTA.COM — Meta memperkenalkan kacamata pintar audio-only tanpa kamera di ajang Meta Connect, menjawab kritik soal privasi perangkat bercamera sebelumnya. Perangkat ini dibekali enam mikrofon dan terintegrasi dengan Muse, sistem agen personal Meta yang belum tersedia untuk publik. Meta juga memamerkan kacamata untuk pengguna dengan gangguan pendengaran yang dijual jauh lebih murah dari alat bantu dengar konvensional.

Meta memamerkan lini kacamata pintarnya secara masif di ajang tahunan Meta Connect. Perangkat audio-only terbaru menjadi salah satu produk yang paling banyak didemokan ke peserta, termasuk versi yang belum dirilis resmi ke pasar.

Kacamata anyar ini hadir tanpa kamera sama sekali. Langkah tersebut diambil setelah Meta menghadapi tuduhan menjual "kacamata cabul" karena perangkat bercamera dianggap berpotensi dipakai untuk pengawasan diam-diam.

Enam Mikrofon, Nol Kamera

Meta membekali kacamata audio-only ini dengan enam mikrofon, tetapi tidak ada kamera maupun cara bawaan untuk merekam lingkungan sekitar. Bobotnya jauh lebih ringan dibanding kacamata pintar lain yang pernah dicoba, dan nyaman dipakai dalam waktu lama.

Fungsi utamanya ada di sisi hiburan dan komunikasi. Pengguna bisa mendengarkan musik dengan lebih nyaman dibanding earbuds, sekaligus menerima panggilan telepon tanpa perlu meraih ponsel.

Integrasi dengan Muse, Agen Personal Meta

Kacamata ini terhubung dengan Muse, sistem agen personal Meta yang mampu menjalankan tugas atas nama pengguna. Integrasi tersebut belum tersedia untuk publik, tetapi memungkinkan pemakai memberi perintah suara langsung ke Muse.

Meta berencana mempersonalisasi agen ini. Pengguna nantinya bisa memilih beragam avatar digital lucu yang mewakili Muse saat berkomunikasi.

Saat diuji, interaksi dengan Muse terasa menyenangkan sekaligus lucu. Pengguna harus berbicara sangat langsung ke agen, dan tidak bisa mengobrol dengan orang lain di saat bersamaan karena agen akan bingung.

Dalam konteks yang tepat, integrasi ini berpotensi sangat berguna. Selama pengguna tidak keberatan terlihat berbicara dengan kacamata sendiri di tempat umum, Muse bisa diminta mengurus tugas digital seperti mengirim email atau membacakan daftar to-do saat berbelanja atau bersantai.

Kacamata ini juga bisa menjawab pertanyaan apa pun, mirip versi mobile dari ChatGPT. Saat ditanya soal Perang Dunia II, perangkat memberi jawaban singkat dan akurat secara historis.

Kacamata untuk Pengguna dengan Gangguan Pendengaran

Meta juga memperkenalkan kacamata audio-only kedua yang ditujukan bagi penyandang gangguan pendengaran. Gangguan pendengaran memengaruhi banyak keluarga, dengan sekitar 50 juta warga Amerika Serikat disebut mengalami kondisi ini pada tingkat tertentu.

Anggota tim riset Meta menyebut kacamata ini sudah dikembangkan sekitar lima tahun. Harga jualnya dipatok US$150, jauh lebih murah dibanding banyak alat bantu dengar yang bisa mencapai US$1.600.

Pengalaman memakainya cukup menarik. Meta meminta peserta memasang penutup telinga sebelum mencoba kacamata, untuk mensimulasikan gangguan pendengaran yang ingin diatasi perangkat ini.

Setelah kacamata terpasang, suara lawan bicara terdengar diperkuat. Pengguna bisa mengalihkan mode amplifikasi dari fokus, yang mengarah ke orang di depan, ke omnidirectional, yang menangkap suara dari segala arah sesuai kebutuhan.

Taruhan Besar Meta di Pasar Kacamata Pintar

Mark Zuckerberg berulang kali menegaskan bahwa kacamata pintar adalah masa depan. Meta tampak berusaha mewujudkan visi tersebut lewat lini produk yang terus bertambah.

Meski begitu, kacamata pintar masih menjadi ceruk pasar yang belum benar-benar menemukan pijakan. Di Meta Connect, strategi Meta terlihat jelas: memasang jaring selebar mungkin dengan membuat kacamata yang bergaya, fungsional, dan yang terpenting berguna.

Apakah ini masa depan? Peserta Connect tampak sepakat. Publik luas masih menunggu apakah mereka akan mengikuti.

Sumber: techcrunch.com

Follow narawarta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks