NARAWARTA.COM — Survei Kesehatan Indonesia 2023 mencatat 96,7 persen penduduk usia 5 tahun ke atas masih kurang makan sayur dan buah. Di tengah angka itu, beredar klaim bahwa makan buah setiap hari memicu trigliserida tinggi. Dokter gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze meluruskan soal fruktosa dan sumbernya.
Belakangan beredar video yang menyebut makan buah setiap hari bisa menyebabkan trigliserida tinggi. Fruktosa di dalam buah disebut diubah menjadi trigliserida di hati. Klaim ini membuat sebagian ibu ragu menyajikan buah untuk keluarga.
Fruktosa di Buah dan di Minuman Manis Berbeda
Dokter spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze menyoroti video viral tersebut. Menurutnya, persoalan trigliserida tidak sesederhana melihat kandungan fruktosa semata.
"Secara biokimia, fruktosa memang bisa memicu trigliserida di hati. Tapi, meta-analisis di jurnal Diabetes Care dan riset di Frontiers in Nutrition membuktikan efek itu terjadi di sirup fruktosa bebas, seperti di minuman manis ataupun di soda," ujar dr Yaze.
Fruktosa memang punya jalur metabolisme berbeda dari glukosa. Di hati, fruktosa dapat diolah menjadi senyawa yang berkontribusi pada pembentukan lemak. Proses inilah yang lalu dikaitkan dengan semua makanan mengandung fruktosa, termasuk buah.
Serat Pektin Jadi Rem Alami Penyerapan Gula
Yang kerap terlewat, sumber fruktosa menentukan dampaknya. Fruktosa dalam sirup fruktosa bebas berbeda karakter dengan fruktosa yang masuk bersama matriks pangan buah utuh.
dr Yaze menjelaskan, buah mengandung fruktosa satu paket dengan serat, air, dan polifenol. Kombinasi itu memperlambat penyerapan gula di tubuh.
"Sedangkan, di buah utuh, fruktosa itu udah satu paket dengan serat pektin, air, polifenol, yang justru jadi rem alami penyerapan gula," kata dr Yaze.
Karena itu, buah utuh tidak bisa disamakan begitu saja dengan minuman manis bersirup fruktosa. Efek keduanya di tubuh tidak identik.
Porsi Buah yang Disarankan Dokter Gizi
Kekhawatiran soal fruktosa sebaiknya tidak membuat konsumsi buah dihentikan. Buah tetap sumber serat, vitamin, mineral, dan senyawa bioaktif yang dibutuhkan tubuh setiap hari.
dr Yaze menegaskan konsumsi buah tetap boleh dilakukan sesuai Pedoman Gizi Seimbang. Tak perlu takut menyajikannya untuk diri sendiri maupun anak.
"Jadi, nggak perlu takut makan buah hari ini, 2-3 porsi udah oke kok," ujarnya.
Minuman Manis Olahan yang Perlu Dibatasi
Pembahasan fruktosa perlu melihat dari mana sumbernya. Minuman manis kekinian mengandung gula dalam bentuk bebas dan lebih mudah dikonsumsi berlebihan.
Asupan gula dan energi berlebih secara keseluruhan berkontribusi pada gangguan metabolisme, termasuk trigliserida tinggi. Jadi, buah bukan penyebab utamanya.
"Yang perlu kita hindari justru adalah minuman manis olahan, bukan buahnya," tegas dr Yaze.
Kapan Perlu Konsultasi ke Dokter Gizi
Ibu yang punya riwayat trigliserida tinggi atau gangguan metabolisme lain sebaiknya tidak menebak-nebak sendiri. Konsultasi dengan dokter gizi membantu menentukan porsi buah dan gula harian yang sesuai kondisi tubuh.
Bagi yang ingin tahu lebih banyak soal diet, dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, akan berbincang lewat live TikTok bertema "Porsi vs Kalori". Jadwalnya di TikTok @detikHealth, Kamis (24/9/2026) pukul 16.00 WIB.
Buah utuh dengan porsi sesuai tetap aman dimakan setiap hari dan membantu memenuhi kebutuhan serat keluarga. Yang perlu dikurangi justru minuman manis olahan, bukan buahnya.