NARAWARTA.COM — Memasuki usia kehamilan 21 minggu, Bunda berada di pertengahan trimester kedua. Perut kian membuncit dan gerakan si Kecil mulai mudah dikenali. Berikut tujuh keluhan yang umum dirasakan beserta tiga perubahan tubuh yang perlu Bunda pahami.
Memasuki pekan ke-21, kehamilan Bunda sudah berjalan separuh jalan. Di fase ini, rahim terus membesar memberi ruang bagi janin yang makin aktif bergerak.
Gerakan Janin Mulai Terasa
Bunda mungkin mulai merasakan tendangan halus, sentakan kecil, atau sensasi seperti gelembung di dalam perut. American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menyebut pada usia 21–24 minggu, janin mulai menendang dan berputar sehingga gerakannya lebih mudah dirasakan ibu.
National Library of Medicine (NLM) menambahkan, di usia 19–21 minggu bayi semakin aktif dan sebagian ibu merasakan sensasi fluttering. Jika ini kehamilan pertama, wajar bila Bunda baru mengenali gerakan janin di periode ini.
Nyeri Punggung Bagian Bawah
Rahim yang membesar mengubah titik gravitasi tubuh, sementara hormon kehamilan membuat ligamen lebih lentur. Kombinasi keduanya membuat punggung bawah terasa pegal atau nyeri.
WHO merekomendasikan ibu hamil mendapat konseling dan penanganan sesuai untuk keluhan umum seperti nyeri punggung.
Kram Kaki di Malam Hari
Berat badan bertambah dan perubahan sistem peredaran darah membuat kaki lebih mudah pegal atau kram, terutama saat malam. Jika kram terasa sangat sering, berat, atau disertai bengkak dan nyeri pada satu kaki, sebaiknya Bunda berkonsultasi dengan dokter.
Perut Makin Membesar dan Cepat Lelah
Rahim terus melebar untuk menampung pertumbuhan janin, sehingga bentuk tubuh Bunda kian terlihat berubah. Berdiri atau berjalan lama pun terasa lebih melelahkan.
Kenaikan berat badan adalah hal normal, tetapi jumlah idealnya berbeda tiap ibu dan disesuaikan dengan indeks massa tubuh (IMT) sebelum hamil. WHO menyebut sebagian besar kenaikan berat badan terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu.
Heartburn atau Rasa Panas di Dada
Perubahan hormon membuat otot antara lambung dan kerongkongan lebih rileks, sehingga asam lambung mudah naik. Untuk meredakannya, coba makan dalam porsi kecil tapi lebih sering, dan hindari langsung berbaring setelah makan.
Lebih Sering Buang Air Kecil
Rahim yang membesar menekan kandung kemih, membuat Bunda lebih sering ke kamar mandi. Namun jika disertai rasa perih, demam, nyeri pinggang, atau urine berdarah, segera periksakan karena bisa jadi tanda infeksi saluran kemih.
Hidung Tersumbat atau Mimisan Ringan
Peningkatan aliran darah selama kehamilan membuat pembuluh darah kecil di hidung lebih mudah membengkak atau pecah. Akibatnya, sebagian Bunda mengalami hidung tersumbat atau mimisan ringan.
Perubahan Tubuh Lain yang Perlu Diketahui
Selain keluhan fisik, ada sejumlah perubahan yang mungkin Bunda perhatikan:
- Berat badan terus naik seiring pertumbuhan janin, plasenta, cairan ketuban, dan perubahan jaringan tubuh. Pemantauan kenaikan berat badan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi sebelum hamil.
- Payudara terasa lebih besar dan sensitif, sementara area puting dan areola tampak lebih gelap.
- Kulit mengalami perubahan, seperti linea nigra (garis gelap dari pusar ke area kemaluan) dan stretch mark yang mulai muncul di perut, payudara, atau paha.
Kapan Perlu ke Dokter
Segera hubungi dokter jika Bunda mengalami kram kaki berat disertai bengkak, buang air kecil disertai nyeri atau demam, perdarahan, atau gerakan janin yang tiba-tiba berkurang. Pemeriksaan rutin tetap penting untuk memantau kesehatan Bunda dan si Kecil.
Setiap kehamilan punya ritmenya sendiri. Kenali tanda-tanda tubuh Bunda, penuhi kebutuhan istirahat, dan jangan ragu berdiskusi dengan tenaga kesehatan bila ada yang mengganggu.