NARAWARTA.COM — Balai Taman Nasional Gunung Rinjani kembali membuka jalur pendakian via Senaru mulai Sabtu (3/10) setelah kebakaran hutan dan lahan di Bukit Setampol serta Puncak Sangkareang dinyatakan padam. Pembukaan dilakukan usai assessment mandiri bersama tim gabungan yang memastikan jalur aman dilalui pendaki. Tiket pendakian kini bisa dipesan normal lewat aplikasi E-Rinjani.
Kepala Subbagian Tata Usaha Balai TNGR, Astekita Ardiaristo, menyebut pembukaan kembali jalur Senaru dilakukan setelah peninjauan lapangan. Kawasan dinilai sudah aman bagi pendaki.
"Jalur tersebut sebelumnya ditutup, dibuka kembali hari ini. Pendakian di jalur pendakian Senaru dibuka kembali setelah dilakukan assessment mandiri bersama tim gabungan dan dipastikan api telah padam," ujar Astekita.
Lima Jalur Rinjani Kini Normal, Torean Masih Ditutup
Dengan dibukanya Senaru, sudah lima pintu masuk pendakian Gunung Rinjani yang beroperasi normal. Kelimanya adalah Sembalun, Senaru, Timbanuh, Tetebatu, dan Aik Berik.
Jalur Torean belum bisa dipakai. Sejumlah titik di jalur itu masih terdampak kebakaran dan butuh perbaikan serta pemeliharaan lebih dulu.
"Kalau jalur Torean masih tutup. Ada beberapa lokasi terkena dampak kebakaran, jadi akan kami perbaiki atau lakukan pemeliharaan jalur terlebih dahulu," imbuh Astekita.
Pesan Tiket Kembali Normal via E-Rinjani
Calon pendaki kini bisa memesan tiket pendakian seperti biasa melalui aplikasi E-Rinjani. Sebelumnya, pembukaan pendakian dilakukan secara terbatas.
"Aplikasi E-Rinjani telah dibuka untuk booking online. Sebelumnya dilakukan pembukaan secara terbatas, sekarang pembukaan pendakian telah normal kembali," kata Astekita.
Kebakaran di kawasan TNGR terdeteksi sejak 22 September. Insiden itu menghanguskan kawasan seluas 1.098,75 hektare dan sempat memaksa penutupan jalur Senaru serta Torean.
Yang Perlu Disiapkan Sebelum Mendaki
Jalur Senaru dikenal sebagai rute favorit pendaki karena menawarkan pemandangan Danau Segara Anak dari sisi barat. Rute ini juga jadi pintu masuk menuju puncak Rinjani dan kawah Gunung Barujari.
Perhatikan kondisi jalur pasca kebakaran. Beberapa area mungkin masih dalam pemulihan, sehingga pendaki disarankan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Untuk informasi terkini soal status jalur, kuota pendakian, dan tarif simaksi, calon pendaki dapat mengonfirmasi langsung ke Balai TNGR atau melalui aplikasi E-Rinjani.