Pencarian

Tuchel Bangun Inggris di Sekitar Bellingham, Euro 2028 Jadi Target

Senin, 05 Oktober 2026 • 05:03:32 WIB
Tuchel Bangun Inggris di Sekitar Bellingham, Euro 2028 Jadi Target
Pelatih Timnas Inggris Thomas Tuchel memimpin sesi latihan menjelang laga Nations League.

NARAWARTA.COM — Timnas Inggris tampil meyakinkan di Nations League dengan kemenangan 7-0 atas Kroasia, memperkuat posisi Thomas Tuchel sebagai pelatih. Perubahan besar terlihat dari cara Tuchel membangun permainan di sekitar Jude Bellingham, sekaligus memberi jawaban atas kritik yang sempat muncul.

Kemenangan 7-0 atas Kroasia di Rijeka menjadi salah satu momen paling mencolok dalam era kepelatihan Thomas Tuchel bersama Timnas Inggris. Hasil itu bukan sekadar kemenangan besar, melainkan penanda arah baru yang sedang dibangun pelatih asal Jerman tersebut.

Tuchel memang belum lama menangani Inggris, tetapi prosesnya mulai terlihat. Ia bukan tipe pelatih yang langsung meledak di turnamen besar. Rekam jejaknya menunjukkan ia lebih dulu membangun fondasi, mengenal pemain, lalu menyesuaikan sistem permainan.

Bellingham Jadi Poros Baru Permainan Inggris

Keputusan paling mencolok dari Tuchel adalah menjadikan Jude Bellingham sebagai pusat permainan. Gelandang Real Madrid itu tidak hanya ditempatkan sebagai pengatur serangan, tetapi juga diberi kebebasan bergerak untuk menciptakan ruang dan peluang.

Langkah ini dinilai tepat bukan hanya karena kualitas individu Bellingham. Ia mampu menghubungkan lini tengah dan depan dengan tempo yang lebih cepat, sesuatu yang sempat hilang dari Inggris di era sebelumnya.

Di laga melawan Kroasia, dominasi Inggris di lini tengah terlihat jelas. Luka Modric dan rekan-rekan kesulitan mengimbangi intensitas pemain muda Inggris yang tampil agresif sejak menit awal.

Jawaban atas Kritik soal Pemilihan Pemain

Tuchel sempat dikritik karena tidak membawa sejumlah nama populer ke skuad. Cole Palmer dan Phil Foden menjadi dua nama yang paling sering disebut. Kini situasinya mulai lebih jelas, terutama karena kondisi kebugaran dan performa keduanya.

Keputusan tidak memanggil striker cadangan yang kini bermain di Arab Saudi juga menuai pertanyaan. Meski begitu, ada logika yang bisa dipahami dari pilihan Tuchel, terutama soal kesesuaian gaya bermain dengan sistem yang ia bangun.

Kritik terhadap pilihan pemain memang wajar dalam sepak bola. Yang penting adalah apakah pelatih punya alasan jelas di balik setiap keputusan. Sejauh ini, Tuchel menunjukkan bahwa ia punya visi yang ingin dijalankan.

Kemenangan atas Kroasia Bukan Sekadar Skor Besar

Kroasia yang dihadapi Inggris di Rijeka bukan tim sembarangan. Mereka tampil cukup baik di Piala Dunia sebelumnya. Namun, di laga tersebut, Kroasia terlihat seperti kehilangan energi sejak awal pertandingan.

Suasana stadion yang lebih mirip pesta olahraga remaja turut memengaruhi jalannya pertandingan. Para pemain Kroasia tampak tidak menemukan ritme permainan, sementara Inggris bermain dengan kepercayaan diri tinggi.

Modric, salah satu pemain terbaik generasinya, terus mendapat sorakan setiap menyentuh bola. Namun, ia tidak mampu berbuat banyak menghadapi tekanan lini tengah Inggris yang lebih muda dan lapar.

Proses Menuju Euro 2028

Dua kemenangan di Nations League melawan lawan yang tidak terlalu kuat memang tidak boleh dibesar-besarkan. Namun, tanda-tanda kemajuan Inggris di bawah Tuchel mulai terlihat jelas.

Pertanyaan utama saat ini adalah apakah ada visi permainan yang jelas dan apakah ada kemajuan. Jawabannya untuk kedua hal itu cenderung positif. Inggris tampil kuat di setiap lini, baik secara fisik, teknis, maupun keseimbangan tim.

Inggris di bawah Tuchel terlihat seperti semifinalis Piala Dunia yang menggunakan pengalaman itu untuk berkembang. Ada kesan tim ini sedang menuju level yang lebih tinggi, meski perjalanan masih panjang.

Dua puluh bulan ke depan akan menjadi periode krusial. Di situlah Tuchel menentukan seberapa jauh tim ini bisa melaju. Euro 2028 menjadi target besar yang tidak bisa diabaikan, terutama karena Inggris belum pernah punya peluang sebaik ini.

Pelajaran dari Era Southgate

Ada kemiripan antara Inggris era Tuchel sekarang dengan tim asuhan Gareth Southgate pada 2019 hingga 2020. Saat itu, sejumlah pemain kunci baru masuk ke lingkungan yang sedang berkembang, dan tiba-tiba Inggris mampu mengalahkan lawan-lawan kelas menengah dengan mudah.

Pandemi Covid-19 sempat mengganggu momentum tersebut. Ada anggapan bahwa jika Euro 2020 dimajukan setahun, Inggris mungkin punya cukup tenaga untuk mengalahkan Italia di final.

Tuchel kini berada di posisi serupa. Ia sedang membangun fondasi, mengenal pemain, dan mencari formula terbaik. Proses ini butuh waktu, tetapi arahnya sudah mulai terlihat.

Sumber: theguardian.com

Follow narawarta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks