NARAWARTA.COM — Berdasarkan catatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) lewat aplikasi MAGMA Indonesia, letusan Selasa malam terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi 51 detik. Visual letusan tidak teramati karena malam hari, namun getarannya terekam jelas. Status gunung masih pada Level II atau Waspada.
Sejak sepekan terakhir, Gunung Ibu menunjukkan eskalasi aktivitas. Letusan terbaru ini menjadi yang ke-16 dalam kurun tersebut, dengan amplitudo bervariasi hingga 28 milimeter. Bagi traveler yang tengah merencanakan perjalanan ke Halmahera Barat atau Maluku Utara, informasi ini menjadi penanda untuk memperbarui rencana.
Status Waspada dan Radius Aman
PVMBG menegaskan larangan bagi warga dan pengunjung untuk beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif. Area perluasan sektoral sejauh 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara juga ditutup, karena berpotensi terjadi lontaran material pijar dan awan panas.
Kawasan di luar radius itu masih relatif aman, tetapi PVMBG mengingatkan agar tidak memaksakan diri mendekat. Tidak ada penutupan total wilayah, namun kepatuhan terhadap rekomendasi ini wajib.
Data Kegempaan Sepanjang Hari
Sepanjang 1 September 2026, tercatat 106 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 15-28 milimeter dan durasi 33-91 detik. Selain itu, dua kali gempa guguran dengan amplitudo 4-6 milimeter serta satu kali gempa hembusan amplitudo 9 milimeter juga terekam. Angka ini menunjukkan energi yang masih terus dikeluarkan kawah.
Frekuensi gempa yang tinggi menjadi sinyal bahwa proses suplai magma dari kedalaman masih berlangsung. Meski begitu, status belum dinaikkan ke Level III (Siaga).
Gunung Ibu Termasuk Paling Aktif di Indonesia
MAGMA Indonesia mencatat total 4.379 letusan gunung api di seluruh Indonesia sepanjang 2026. Gunung Semeru di Jawa Timur memimpin dengan 1.720 kali erupsi, disusul Gunung Ibu dengan 1.409 kali. Kedua gunung ini menjadi yang paling aktif dan memerlukan perhatian khusus dalam hal mitigasi.
Bagi pencinta gunung dan wisatawan, data ini sekaligus pengingat bahwa keindahan kawah aktif tidak lepas dari risiko. Selalu perbarui informasi resmi sebelum menentukan lokasi pendakian atau wisata.
Tips Aman untuk Wisatawan
Jika Anda berencana ke Halmahera Barat, pantau status Gunung Ibu secara berkala melalui aplikasi MAGMA Indonesia atau akun resmi PVMBG. Hindari mendekati kawah, terutama area utara yang menjadi bukaan utama. Untuk kepastian terkini, konfirmasi langsung ke Pos Pengamatan Gunung Ibu atau dinas pariwisata setempat.
Pertimbangkan menunda aktivitas pendakian atau wisata alam di sekitar gunung hingga status diturunkan. Keselamatan selalu menjadi prioritas utama.
Durasi kunjungan ke kawasan ini sebaiknya ditangguhkan sementara waktu. PVMBG akan terus memperbarui data setiap terjadi perubahan aktivitas.