Pencarian

Inalum Raih Peringkat BBB- dari S&P, Naik ke Level Investment Grade

Sabtu, 12 September 2026 • 08:04:31 WIB
Inalum Raih Peringkat BBB- dari S&P, Naik ke Level Investment Grade
Peringkat investment grade dari S&P Global Ratings menjadi modal pendanaan proyek hilirisasi Inalum.

NARAWARTA.COMParagraf pembuka: Peringkat investment grade dari S&P Global Ratings menjadi modal penting bagi Inalum yang sedang menyiapkan kebutuhan pendanaan jumbo untuk sejumlah proyek hilirisasi. Dalam laporannya, S&P menilai posisi strategis Inalum di dalam Grup MIND ID serta dukungan pemerintah melalui holding BUMN pertambangan. Peran perusahaan dalam hilirisasi bauksit dan pengembangan rantai nilai aluminium nasional turut menjadi pertimbangan lembaga pemeringkat asal Amerika Serikat itu.

Dukungan Pemerintah Jadi Pertimbangan Utama

S&P menempatkan Inalum dalam kategori investment grade karena melihat keterkaitan erat perusahaan dengan negara. Dukungan pemerintah melalui MIND ID dinilai menjadi salah satu faktor yang menjaga profil kredit perusahaan tetap kuat.

Direktur Utama Inalum, Melati Sarnita, menyebut capaian ini sebagai pengakuan sekaligus momentum untuk memperkuat fundamental bisnis. Menurutnya, transformasi industri aluminium nasional harus berjalan berkelanjutan.

"Investment grade ini merupakan pengakuan sekaligus tanggung jawab bagi INALUM untuk terus menjaga kinerja perusahaan secara prudent dan berkelanjutan. Di tengah agenda ekspansi dan hilirisasi, kami akan memastikan bahwa pertumbuhan tidak hanya mengejar skala tetapi tetap dibangun di atas fundamental operasional yang kuat, disiplin finansial, dan tata kelola yang baik dan kuat," kata Melati dalam keterangannya, Jumat (11/9/2026).

Peringkat internasional ini melengkapi penguatan profil kredit Inalum di pasar domestik. Pada Agustus 2026, PEFINDO menaikkan peringkat Inalum satu tingkat dari idAA-/Stable menjadi idAA/Stable. Sebelumnya, perusahaan bertahan di level idAA-/Stable selama tiga tahun.

Biaya Produksi di Kuartil Teratas Dunia

S&P menyoroti struktur biaya operasional Inalum yang kompetitif. Perusahaan mampu beroperasi pada kuartil pertama kurva biaya global, jauh lebih efisien dibandingkan rata-rata industri pada 2026.

Efisiensi itu ditopang pasokan energi hidro yang stabil dan integrasi bahan baku domestik. Kombinasi keduanya dinilai menjadi kekuatan kredit sekaligus daya tahan perusahaan menghadapi fluktuasi harga aluminium global.

Pemanfaatan pembangkit listrik tenaga air juga membuat smelter Inalum menekan emisi karbon tanpa mengorbankan profitabilitas. Saat ini Inalum mengoperasikan smelter aluminium primer berkapasitas sekitar 275 ribu ton per tahun.

Ketergantungan impor bahan baku alumina sudah teratasi lewat kepemilikan mayoritas di PT Borneo Alumina Indonesia (BAI). BAI mengoperasikan Smelter-Grade Alumina Refinery 1 (SGAR 1) di Mempawah, Kalimantan Barat, dengan kapasitas sekitar 1 juta ton alumina per tahun.

SGAR 2 dan Smelter 2 Dongkrak Kapasitas

Inalum tengah menyiapkan dua proyek besar yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional. SGAR 2 direncanakan menambah kapasitas produksi alumina sekitar 1 juta ton per tahun, sehingga total kapasitas alumina perusahaan akan berlipat dua dari posisi sekarang.

Selain SGAR 2, perusahaan mengembangkan Smelter Aluminium 2 (Smelter 2). Kedua proyek ini memperkuat integrasi rantai nilai aluminium nasional dari hulu ke hilir.

Melati menambahkan, pengembangan proyek-proyek tersebut mendapat dukungan pemegang saham utama, baik melalui kemitraan strategis maupun dukungan permodalan. Dukungan itu mencerminkan besarnya arti proyek bagi penguatan industri aluminium dalam negeri.

Penutup: Kombinasi peringkat investment grade dari S&P dan kenaikan peringkat PEFINDO menempatkan Inalum pada posisi yang lebih kuat untuk menggalang pendanaan ekspansi. Dengan kapasitas alumina yang berpotensi berlipat pada 2029, perusahaan berpeluang memperbesar perannya di rantai pasok aluminium global yang selama ini didominasi produsen China dan Timur Tengah.

Sumber: finance.detik.com

Follow narawarta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks