NARAWARTA.COM — Perkembangan terbaru dari industri semikonduktor global menunjukkan pergeseran strategi Qualcomm. Perusahaan asal Amerika Serikat tersebut kini mempertimbangkan skema dual-source atau dua pemasok untuk chip generasi berikutnya, tidak lagi sepenuhnya bergantung pada Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC).
Mengapa Qualcomm Melirik Samsung?
Keputusan ini didorong oleh kebutuhan mendesak akan volume produksi yang memadai. TSMC, sebagai pemimpin pasar foundry, menargetkan kapasitas produksi proses 2nm mencapai sekitar 60.000 wafer per bulan pada kuartal IV 2026.
Masalahnya, lebih dari separuh kapasitas tersebut sudah dikunci oleh Apple untuk kebutuhan chip internal mereka. Kondisi ini membuat Qualcomm berisiko kesulitan mendapatkan jatah produksi yang cukup jika seluruh unit Snapdragon 8 Elite Gen 6 hanya dikerjakan oleh satu mitra.
Dengan menggandeng Samsung, Qualcomm berharap dapat mengamankan pasokan tanpa harus bersaing ketat dengan Apple untuk slot produksi di pabrik-pabrik utama TSMC.
Status Yield dan Kesiapan Teknologi Samsung
Kelayakan Samsung sebagai mitra produksi sangat bergantung pada efisiensi manufaktur. Laporan dari Korea Selatan menyebutkan bahwa tingkat keberhasilan produksi (yield) Samsung untuk proses 2nm telah meningkat hingga sekitar 55%.
Angka tersebut memang masih berada di bawah TSMC yang diperkirakan memiliki yield 60–70%. Namun, Qualcomm menetapkan standar minimal yield 70% untuk kontrak produksi skala besar. Artinya, Samsung masih memiliki pekerjaan rumah teknis sebelum bisa menangani pesanan dalam jumlah masif.
Sejauh ini, pembicaraan antara kedua raksasa teknologi masih berlangsung. Diskusi mencakup spesifikasi teknis, negosiasi harga, hingga optimalisasi proses manufaktur agar sesuai dengan standar Qualcomm.
Jadwal Rilis dan Implikasi Pasar Indonesia
Qualcomm dijadwalkan memperkenalkan Snapdragon 8 Elite Gen 6 dan varian Pro pada acara Snapdragon Summit 2026 akhir bulan ini. Sebelumnya, rumor kuat menyebut TSMC akan menjadi satu-satunya produsen bagi kedua SoC tersebut.
Jika kesepakatan tercapai, Snapdragon 8 Elite Gen 6 akan menjadi salah satu chip flagship pertama Qualcomm yang diproduksi oleh dua perusahaan foundry sekaligus. Bagi pengguna smartphone Android premium di Indonesia, diversifikasi rantai pasok ini berpotensi menjaga ketersediaan stok perangkat di masa depan.
Belum ada informasi pasti mengenai porsi produksi yang akan dialihkan ke Samsung. Kepastian mengenai siapa saja yang benar-benar memproduksinya kemungkinan baru akan terlihat setelah peluncuran resmi chipset tersebut.