Pencarian

Google Gemini Jadi Andalan 3 Desainer Lokal Tanpa Kehilangan Sentuhan Kreatif

Kamis, 03 September 2026 • 20:17:01 WIB
Google Gemini Jadi Andalan 3 Desainer Lokal Tanpa Kehilangan Sentuhan Kreatif
Desainer Andy Tan menggunakan Gemini untuk analisis pasar dan visualisasi 3D guna menekan biaya produksi sebelum ekspansi ke luar negeri.

NARAWARTA.COM — Kehadiran AI generatif kerap memicu kekhawatiran akan tergantikannya profesi desainer. Namun bagi tiga pelaku industri mode Tanah Air, Gemini justru berfungsi sebagai alat bantu yang mempercepat riset, menguji koleksi, dan membuka pasar baru—dengan kendali kreatif tetap di tangan mereka.

Analisis Pasar dan Produksi Lebih Efisien untuk Ekspansi

Andy Tan, pendiri rumah mode Two Stitches, menggunakan Google Gemini untuk menyiasati biaya produksi dan perluasan pasar. Lewat fitur Deep Research, ia menganalisis kompetitor serta menentukan harga jual yang tepat sebelum memutuskan ekspansi ke luar negeri.

"Dengan adanya (Gemini) Deep Research ini tuh membantu kita, jadi kayak oke nih kalau gue misalkan mau coba jualan di luar negeri harga pas nggak nih? Jadi bisa tahu kompetitornya siapa," ucap Andy dalam kesempatan yang sama.

Di sisi lain, Gemini dimanfaatkan untuk menghasilkan visualisasi 3D dan uji busana virtual pada model, sehingga calon pembeli internasional bisa melihat draping serta pergerakan pakaian sebelum koleksi diproduksi. Metode ini memangkas biaya sekaligus menekan jumlah kain sisa (dead stock) karena pesanan dapat dievaluasi lebih dulu.

Prompting Jadi Keterampilan Baru Tim Kreatif

Stella Rissa, pendiri dan direktur kreatif Stellarissa serta Stellarworld, memakai Gemini untuk memasangkan busana couture ke karakter virtual bernama Starlet. Karakter ini berawal dari sketsa cat air yang lalu dikonversi menjadi figur digital, dan tengah dikembangkan sebagai kekayaan intelektual (IP) lewat podcast serta figur seni 3D koleksi.

Menurut Stella, proses prompting menuntut detail yang tinggi—mulai dari karakter, suara, hingga palet warna—sehingga menjadi pembelajaran baru bagi tim kreatifnya.

"Ini pengalaman pribadi ketika aku menggunakan tools AI ini yang perlu kita belajar adalah cara kita prompting. Dan prompting itu adalah pembelajaran baru buat tim kreatif kami karena kita harus sangat detail sekali," jelas Stella.

"Mulai detail karakternya seperti apa, voice-nya seperti apa, warnanya seperti apa, semuanya. Dan dari situ saya juga belajar bahwa teknologi itu bisa membuat imajinasi kita sangat unlimited," imbuhnya.

Riset Budaya yang Tetap Menjaga Kepekaan

Auguste Soesastro, pendiri dan direktur kreatif rumah mode Kraton, menggunakan Gemini untuk mendalami riset saat menggarap proyek klien yang memadukan budaya Jawa dan Latvia. Ia memasukkan berbagai sumber ke NotebookLM, lalu meminta Gemini membuat peta pikiran (mind map) untuk menemukan titik temu kedua budaya.

Mira Sumanti, Senior Brand, Creative & Social Marketing Google SEA, menjelaskan bahwa Auguste tidak menyerahkan penilaian estetika pada AI.

"Contohnya, mas Auguste dalam proyek ini, dia sedang mengerjakan proyek buat salah satu customer-nya yang menggabungkan culture dari Jawa sama Latvia," kata Mira dalam press briefing yang sama.

"Jadi dia masukkan semua source-nya ke Gemini Notebook, dia sintesis, dia bisa minta Gemini untuk buatkan mind map dong untuk kesamaan dua culture ini, dari situ berbagai informasi bisa didapatkan. Dan dia juga menggunakan Deep Research untuk memastikan kepatuhan budaya," tuturnya.

Selera dan Cita Rasa Tetap di Tangan Manusia

Menurut Auguste, selera dan cita rasa bukan sesuatu yang bisa diwujudkan hanya lewat prompt AI. Peran Gemini lebih sebagai asisten riset yang menyediakan data dan sudut pandang, sementara keputusan desain akhir tetap berada pada kepekaan perancang.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa AI generatif dapat memperkaya alur kerja industri kreatif justru ketika posisinya diposisikan sebagai mitra riset dan produksi—bukan pengganti intuisi manusia. Baik untuk efisiensi operasional hingga eksplorasi budaya, ketiga desainer lokal membuktikan adaptasi teknologi tetap berjalan seiring sentuhan personal.

Sumber: inet.detik.com

Follow narawarta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks