NARAWARTA.COM — Apple menyetujui harga baru DRAM dan NAND dari Samsung yang melonjak 30-40% mulai kuartal pertama 2027, imbas krisis chip memori global yang dipicu pembangunan pusat data AI. Kesepakatan ini membuka peluang kenaikan harga iPhone, iPad, dan Mac untuk kedua kalinya dalam setahun terakhir, setelah Apple sudah menaikkan harga sejumlah produk sejak Juni 2026.
Laporan DigiTimes yang mengutip publikasi China, Jiemian News, menyebut Apple akan membayar sekitar USD 2 per Gb untuk DRAM dan USD 0,33 per Gb untuk NAND storage. Angka itu naik sekitar 30% hingga 40% dibandingkan harga yang dibayarkan Apple pada kuartal ketiga 2026. Belum ada konfirmasi resmi dari Apple maupun Samsung soal struktur harga baru ini.
Pemicunya: Pusat Data AI Menyedot Pasokan Chip Memori
Permintaan DRAM dan NAND melonjak tajam karena perusahaan-perusahaan AI berlomba membangun pusat data berkapasitas besar. Pasokan chip memori menipis, harganya melambung. Tim Cook, mantan CEO Apple, menyebut situasi ini sebagai "banjir 100 tahun" — krisis yang jarang terjadi dan sulit dihindari.
Kenaikan harga komponen ini bukan gejala lokal. Samsung, Xiaomi, dan produsen perangkat lain menghadapi tekanan biaya yang sama, sehingga penyesuaian harga di pasar global berpotensi terjadi menyeluruh, bukan hanya di lini produk Apple.
Harga Produk Apple Sudah Naik Sejak Juni 2026
Sejak Juni 2026, Apple menaikkan harga berbagai produknya: Mac, iPad, Apple TV, HomePod, hingga Vision Pro. Kenaikannya berkisar USD 100 hingga USD 300 per produk. iPhone 18 Pro yang baru dirilis pun dibanderol USD 100 lebih mahal dibandingkan iPhone 17 Pro.
Artinya, kesepakatan dengan Samsung ini bukan kenaikan pertama. Konsumen sudah merasakan gelombang pertama kenaikan harga sebelum kontrak chip baru berlaku.
Apakah Harga iPhone dan Mac Bakal Naik Lagi di 2027?
Belum ada kepastian. Apple bisa saja sudah memperhitungkan kenaikan harga komponen ini ke dalam struktur harga produk yang dirilis akhir 2026. Tapi jika krisis chip memori berlanjut dan harga komponen terus melonjak, kenaikan harga lanjutan sulit dihindari.
Ada dua skenario jika Apple memilih menahan harga jual. Pertama, margin keuntungan dipangkas. Kedua, Apple mencari komponen alternatif dari pemasok lain. Mengingat standar kualitas dan ekosistem yang dijaga Apple, skenario pertama lebih mungkin diambil dalam jangka pendek.
Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Beli Perangkat Apple
- Harga produk Apple berpotensi naik dua kali dalam rentang 2026-2027: sekali sejak Juni 2026, sekali lagi saat kontrak chip Samsung berlaku kuartal I 2027.
- Belum ada konfirmasi resmi Apple soal apakah kenaikan komponen sudah masuk harga jual produk akhir 2026.
- Dampak tidak terbatas pada Apple — Samsung, Xiaomi, dan merek lain menghadapi tekanan biaya chip yang sama.
- Pembeli di Indonesia juga terdampak lewat fluktuasi harga resmi distributor, meski besaran kenaikannya belum bisa dipastikan.
Langkah Apple ke Depan
Apple dikenal sangat menjaga kualitas dan pengalaman pengguna, sehingga negosiasi ulang kontrak dengan pemasok lain atau inovasi penekan biaya jadi opsi jangka panjang. Namun untuk sekarang, kesepakatan dengan Samsung tampaknya menjadi jalan yang harus diambil.
Bagi calon pembeli, periode 2027 berpotensi jadi waktu yang menantang. Memantau pengumuman resmi Apple soal harga sebelum melakukan pembelian besar menjadi langkah paling masuk akal, ketimbang menebak arah pasar dari laporan bocoran semata.