Pencarian

Umrah Plus Uzbekistan Ditawarkan, Jemaah Bisa Telusuri Jejak Imam Bukhari

Kamis, 10 September 2026 • 11:03:31 WIB
Umrah Plus Uzbekistan Ditawarkan, Jemaah Bisa Telusuri Jejak Imam Bukhari
Menteri Haji dan Umrah RI membahas pengembangan paket Umrah Plus Uzbekistan dalam pertemuan di Tashkent.

NARAWARTA.COM — Uzbekistan menyimpan warisan keilmuan Islam yang jarang disinggung dalam paket perjalanan religi konvensional. Dua kota utamanya, Bukhara dan Samarkand, tercatat sebagai pusat perkembangan tradisi keilmuan Islam di Asia Tengah. Keduanya kini masuk dalam pembicaraan pengembangan paket Umrah Plus Uzbekistan yang digagas Kementerian Haji dan Umrah RI.

Mengapa Uzbekistan Relevan bagi Jemaah Indonesia

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menilai kedekatan sejarah spiritual antara Indonesia dan Uzbekistan menjadi dasar kuat pengembangan konsep ini. Ia menyebut sejumlah tokoh yang akrab di kalangan pesantren Indonesia berasal dari wilayah tersebut.

"Imam Bukhari merupakan guru spiritual bagi banyak orang di Indonesia. Di Bukhara ada Imam Bahauddin An-Naqsyabandi yang juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia," ujar Gus Irfan dalam pertemuan di Tashkent.

Keterkaitan itu tidak hanya soal nama. Sebagian pesantren di Indonesia memiliki tradisi mengkhatamkan Shahih Bukhari selama Ramadan, sebuah praktik yang berakar pada khazanah keilmuan Uzbekistan.

Bentuk Perjalanan yang Ditawarkan

Konsep Umrah Plus Uzbekistan memungkinkan jemaah melanjutkan perjalanan setelah menuntaskan ibadah di Tanah Suci. Uzbekistan menjadi destinasi lanjutan dengan penekanan pada kunjungan ke situs bersejarah dan pusat tradisi keilmuan Islam.

Perjalanan ini diposisikan bukan sekadar kunjungan wisata. Menurut Gus Irfan, perjalanan religi ke Uzbekistan dapat menjadi sarana mengenal sejarah, tradisi keilmuan, dan warisan peradaban Islam secara lebih mendalam.

Bukhara dan Samarkand Jadi Fokus Kunjungan

Ketua Komite Pariwisata Uzbekistan Abdulaziz Akkulov menyambut gagasan tersebut. Ia menilai program wisata religi berbasis pengalaman spiritual dapat mempererat hubungan masyarakat kedua negara.

Abdulaziz menyebut Uzbekistan memiliki warisan sejarah dan keilmuan Islam yang dapat menarik wisatawan dari negara-negara Muslim. Samarkand dan Bukhara menempati posisi penting dalam sejarah peradaban Islam di kawasan Asia Tengah.

Status dan Tindak Lanjut

Pembahasan di Tashkent baru sebatas penjajakan peluang kerja sama wisata religi. Belum ada keterangan resmi soal harga paket, durasi perjalanan, atau jadwal keberangkatan perdana.

Traveler yang tertarik mengikuti konsep ini dapat memantau pengumuman resmi dari Kementerian Haji dan Umrah RI atau bertanya langsung ke penyelenggara umrah yang bekerja sama dengan Komite Pariwisata Uzbekistan. Informasi terkini soal paket, biaya, dan itinerary dapat dikonfirmasi melalui kanal resmi kedua pihak.

Durasi ideal untuk menggabungkan umrah dengan penelusuran jejak peradaban Islam di Uzbekistan umumnya membutuhkan tambahan beberapa hari di luar rangkaian ibadah. Bagi jemaah yang ingin memahami akar tradisi keilmuan pesantren Indonesia, rute Bukhara–Samarkand menawarkan konteks sejarah yang jarang didapat dari paket umrah reguler.

Sumber: news.elharamainwisata.com

Follow narawarta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks