NARAWARTA.COM — Ritual kecantikan perlahan menjadi bagian dari rencana perjalanan. Bukan sekadar berbelanja produk skincare di bandara, sebagian wisatawan kini menjadwalkan perawatan kulit sebagai agenda utama liburan. Skyscanner, dalam laporan tren wisata 2026, mencatat hampir sepertiga pelancong berbelanja produk perawatan kulit di toko bebas bea.
1. Seoul, Korea Selatan: Pusat Dermatologi dengan Klinik Berjejer
Korea Selatan telah membangun infrastruktur kecantikan selama hampir dua dekade. Di Apgujeong Rodeo Street, berdiri gedung-gedung yang seluruh lantainya berisi klinik perawatan kulit.
Skin booster dan suntikan hidrasi seperti Rejuran serta Juvelook menjadi andalan. Biaya laser toning di sini juga jauh lebih terjangkau dibanding negara lain. Untuk belanja produk, kawasan Myeongdong punya banyak gerai Olive Young dan toko K-beauty independen.
2. Paris, Prancis: Apotek dengan Standar Farmakologi Ketat
Keunggulan Paris terletak pada apoteknya yang tersebar di hampir setiap sudut jalan, ditandai simbol plus hijau. Apoteker di Prancis wajib menempuh pendidikan minimal enam tahun di bidang farmakologi sebelum melayani pelanggan.
Konsekuensinya, produk perawatan kulit berkualitas klinis bisa didapat dengan harga lebih miring dibanding lokasi lain. Citypharma di Saint Germain des Prés menjadi tujuan paling populer—apotek bertingkat yang menyediakan hampir semua merek produk Prancis dalam satu atap.
3. Marrakech, Maroko: Ritual Hammam dengan Sabun Beldi
Maroko menyimpan tradisi hammam, ritual mandi yang urutannya dipertahankan turun-temurun. Prosesnya dimulai dengan uap panas untuk melunakkan kulit, lalu sabun hitam (savon beldi) dioleskan dan didiamkan sejenak.
Setelah itu, tubuh digosok memakai sarung tangan kessa dan diakhiri dengan tanah liat rhassoul serta minyak argan saat kulit masih hangat. Biayanya bervariasi tergantung tempat dan layanan—tetapi secara umum masih terjangkau.
4. Baden-Baden, Jerman: Mandi 17 Tahap ala Friedrichsbad
Friedrichsbad di Baden-Baden menawarkan pengalaman mandi yang berbeda. Spa yang berdiri sejak 1877 ini memiliki ritual 17 tahap, dimulai dari menghangatkan tubuh, sesi gosok dengan sabun dan sikat, lalu berendam di air dingin sebelum siklus panas dimulai lagi.
Perlu dicatat: seluruh rangkaian dilakukan tanpa busana. Ini bukan tempat untuk yang merasa tidak nyaman dengan tubuh telanjang di depan orang asing.
5. Beppu, Jepang: Delapan Kawasan Pemandian Air Panas
Beppu, kota di Pulau Kyushu, terbagi menjadi delapan kawasan pemandian air panas. Setiap kawasan bersumber dari mata air bawah tanah yang berbeda, sehingga kandungan mineralnya pun tidak sama.
Mandi di dua lokasi berbeda artinya kulit mendapat manfaat yang berbeda pula. Kota ini cocok untuk pelancong yang ingin merasakan variasi onsen dalam satu perjalanan.
6. Blue Lagoon, Islandia: Geothermal yang Awalnya Air Buangan
Blue Lagoon bermula dari air buangan pembangkit listrik tenaga panas bumi Svartsengi. Genangan itu mulai ramai setelah orang menyadari kandungan silika dan alga biru-hijau di dalamnya bermanfaat untuk kulit.
Sejak 1994, klinik dermatologi di lokasi ini menawarkan perawatan untuk kondisi seperti psoriasis dan eksim. Airnya yang biru susu dengan suhu hangat menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang mencari relaksasi sekaligus perawatan kulit.
Setiap destinasi di atas menawarkan pendekatan kecantikan yang berbeda, dari medis hingga tradisional. Durasi ideal untuk merasakan manfaatnya minimal tiga hari per kota—cukup untuk menjalani satu hingga dua rangkaian perawatan tanpa terburu-buru.