NARAWARTA.COM — Hubungan spiritual yang sudah mengakar menjadi pijakan utama. Menhaj menyebut Imam Bukhari sebagai guru spiritual bagi banyak muslim Indonesia, sementara di Bukhara terdapat makam Imam Bahauddin An-Naqsyabandi yang juga dikenal luas di tanah air. Kedekatan historis ini dinilai belum dimaksimalkan menjadi produk wisata yang nyata.
Paket Umrah Plus Uzbekistan dan Tradisi Pesantren
Menhaj menawarkan konsep baru bagi jemaah umrah asal Indonesia. “Umrah plus Uzbekistan merupakan tawaran yang menarik bagi jemaah umrah,” katanya.
Gagasan ini tidak berhenti pada kunjungan ke situs sejarah. Menhaj memberi contoh tradisi pesantren di Indonesia yang setiap Ramadan mengkhatamkan Shahih Bukhari. “Akan menarik jika sebagian kegiatan itu dilakukan di sini,” ujarnya, merujuk pada kemungkinan kegiatan keilmuan Islam berlangsung di kota-kota bersejarah Uzbekistan.
Penerbangan Langsung Jadi Syarat Utama
Pengembangan wisata religi tidak akan berjalan tanpa transportasi yang memadai. Kedua negara sepakat melanjutkan pembahasan pembukaan rute penerbangan langsung. Saat ini jemaah dan wisatawan Indonesia masih harus transit di negara ketiga untuk mencapai Tashkent, yang memakan waktu dan biaya lebih besar.
“Kita perlu meningkatkan hubungan dan kerja sama dua negara ini. Saya juga bertemu dengan gubernur, pengusaha Indonesia, dan pengusaha Uzbekistan yang ingin berusaha di Indonesia,” tegas Menhaj.
Makna Simbolis di Balik Jadwal Pertemuan
Abdulaziz Akkulov menilai pertemuan ini memiliki makna simbolis. Jadwalnya bertepatan dengan satu tahun pelantikan Menhaj sekaligus lahirnya Kementerian Haji dan Umrah RI.
Ia juga mengaitkan momen ini dengan kunjungan Presiden Soekarno ke Samarkand sekitar 70 tahun lalu. Pada 5 September 2026, Menhaj menghadiri peluncuran Hotel Hadith di Samarkand—tanggal yang sama dengan kedatangan Soekarno pada 1956. “Pertemuan ini sengaja dilakukan setelah kunjungan ke Samarkand dan Bukhara untuk mendapatkan masukan dari Menteri Haji dan Umrah,” ujar Abdulaziz.
Potensi Ekonomi dan Industri Halal
Kerja sama ini tidak terbatas pada sektor pariwisata. Menhaj menyebut industri halal dan ekonomi digital sebagai bidang lain yang bisa dikembangkan kedua negara. Uzbekistan yang mayoritas penduduknya muslim memiliki pasar halal yang besar, sementara Indonesia memiliki ekosistem industri halal yang lebih matang.
Bagi pelancong Indonesia, Samarkand dan Bukhara menawarkan arsitektur Islam era Timurid yang masih terawat, mulai dari Registan Square hingga kompleks makam para ulama. Jika rute penerbangan langsung terealisasi, jarak Jakarta–Tashkent bisa ditempuh sekitar 8–9 jam tanpa transit.
Belum ada jadwal pasti realisasi rute penerbangan langsung maupun peluncuran paket umrah plus Uzbekistan. Informasi terkini dapat dikonfirmasi melalui Kementerian Haji dan Umrah RI atau Komite Pariwisata Uzbekistan.