Pencarian

TN Ujung Kulon Masuk Daftar Wisata Satwa Liar Dunia, Ini Aturan Mainnya

Rabu, 23 September 2026 • 12:23:01 WIB
TN Ujung Kulon Masuk Daftar Wisata Satwa Liar Dunia, Ini Aturan Mainnya
Taman Nasional Ujung Kulon di Pandeglang, Banten, kembali masuk daftar destinasi wisata satwa liar dunia versi Bailey Robinson.

NARAWARTA.COM — Taman Nasional Ujung Kulon di Pandeglang, Banten, kembali masuk jajaran destinasi wisata satwa liar paling menarik versi perusahaan perjalanan Bailey Robinson. Kawasan di ujung barat Pulau Jawa itu dinilai lewat enam faktor, termasuk kelangkaan satwa dan nilai konservasi. Pakar IPB University menegaskan wisata di habitat badak jawa tetap boleh berjalan, asal tidak berubah menjadi mass tourism.

Bailey Robinson, perusahaan perjalanan asal Inggris, merilis Wildlife Experience Index yang merangkum 30 pengalaman wisata satwa liar paling menarik di dunia. Penilaiannya memakai enam faktor: kelangkaan satwa, keterpencilan lokasi, nilai konservasi, eksklusivitas, aksesibilitas, dan peluang bertemu satwa.

Indonesia menempatkan dua wakil dalam daftar tersebut. Selain TN Ujung Kulon, ada hutan Kalimantan yang jadi lokasi berjumpa orang utan.

Ujung Kulon dan Badak Jawa

TN Ujung Kulon berada di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Kawasan ini menyimpan hutan hujan tropis, garis pantai, dan keanekaragaman hayati yang tinggi.

Yang paling khas: Ujung Kulon adalah satu-satunya rumah bagi badak jawa (Rhinoceros sondaicus) di dunia. Status itu membuat kawasan ini masuk radar wisatawan pecinta alam internasional.

Wisata Boleh, Asal Bukan Mass Tourism

Dosen Fakultas Kedokteran Hewan IPB University, Dr drh Muhammad Agil, MSc.Agr, menilai wisata dan konservasi bukan dua hal yang harus dipertentangkan. Keduanya bisa berjalan beriringan selama kawasan konservasi tidak dibanjiri wisatawan dalam jumlah berlebihan.

"Yang perlu dihindari adalah mass tourism. Selama pengelolaannya tepat, wisata justru bisa menjadi sarana edukasi dan meningkatkan kepedulian terhadap konservasi," kata Agil dalam perbincangan dengan detikTravel, Selasa (23/9/2026).

Agil menambahkan, kehadiran wisatawan bisa membantu meningkatkan kesadaran publik soal pentingnya menjaga kawasan konservasi. Tapi tujuan utama kunjungan ke taman nasional bukan sekadar rekreasi.

"Ke taman nasional bukan untuk main dan hura-hura, tapi adalah untuk memahami alam bahwa ekosistem di sana itu harus terjaga. Dan artinya ekosistem yang terjaga itu semua elemen di sana itu harusnya tetap ada. Kalau punah kan salah satu faktor menjaga keselarasan ekosistem akan hilang. rantai makanan putus," ujarnya.

Bagaimana Pengelolaan di Lapangan?

Wisata alam di kawasan konservasi berbeda dengan wisata massal yang mengejar jumlah kunjungan sebanyak-banyaknya. Pengelola biasanya membatasi akses, mengatur jalur kunjungan, dan menetapkan aturan ketat untuk meminimalkan gangguan terhadap satwa dan habitatnya.

Pendekatan semacam itu sudah diterapkan di banyak taman nasional dunia yang menjadi habitat satwa langka. Wisatawan tetap bisa menikmati pengalaman alam, sementara kawasan konservasi memperoleh dukungan publik yang lebih luas untuk perlindungan satwa.

Karena itu, Agil menilai ukuran keberhasilan wisata di kawasan konservasi bukanlah jumlah pengunjung yang terus meningkat. Ukurannya adalah kemampuan menjaga keseimbangan antara pengalaman wisata dan perlindungan alam.

"Orang datang bukan hanya untuk berwisata, tetapi juga belajar memahami alam dan pentingnya konservasi," ujarnya.

Tips Berkunjung ke Ujung Kulon

Bagi traveler yang berencana ke TN Ujung Kulon, siapkan fisik dan waktu. Perjalanan menuju kawasan ini butuh perencanaan karena lokasinya terpencil di ujung barat Pulau Jawa.

Informasi terkini soal tiket masuk, jam operasional, kuota kunjungan, dan rute transportasi dapat dikonfirmasi langsung ke Balai Taman Nasional Ujung Kulon atau dinas pariwisata setempat. Aturan kunjungan di kawasan konservasi bisa berubah mengikuti kondisi lapangan dan kebijakan pengelola.

Prinsipnya sederhana: datang untuk belajar, bukan untuk ramai-ramai. Jaga jarak dari satwa, ikuti jalur yang ditentukan pemandu, dan bawa pulang sampah sendiri.

Sumber: travel.detik.com

Follow narawarta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks