Pencarian

PLN Journalist Awards 2026 Dibuka, Total Hadiah dan 6 Kategori Diperebutkan

Minggu, 11 Oktober 2026 • 08:03:31 WIB
PLN Journalist Awards 2026 Dibuka, Total Hadiah dan 6 Kategori Diperebutkan
Pendaftaran PLN Journalist Awards 2026 dibuka pada 8 Oktober hingga 6 November 2026 melalui laman resmi plnjournalistawards2026.id.

NARAWARTA.COM — PLN kembali menggelar PLN Journalist Awards (PJA) 2026, ajang tahunan bagi jurnalis di seluruh Indonesia untuk mengangkat isu energi dan ketenagalistrikan. Pendaftaran dan penyerahan karya dibuka pada 8 Oktober hingga 6 November 2026 melalui laman resmi plnjournalistawards2026.id. Ini menjadi penyelenggaraan ketujuh kalinya dengan tema "Energi Mandiri, Indonesia Berdaya".

Pendaftaran dan penyerahan karya berlangsung pada 8 Oktober hingga 6 November 2026 melalui laman resmi plnjournalistawards2026.id. Karya yang didaftarkan wajib berbahasa Indonesia dan telah dipublikasikan atau disiarkan di media massa umum pada periode 23 Oktober 2025 hingga 6 November 2026.

Enam Kategori yang Diperebutkan

Panitia membuka enam kategori untuk memberi ruang bagi beragam bentuk karya jurnalistik. Enam kategori tersebut adalah Teks Hard News, Teks Feature, Foto Tunggal, Foto Cerita, Video Hard News, dan Video Feature.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, mengatakan keragaman format karya memberi kesempatan bagi jurnalis mengangkat isu energi dari berbagai sudut pandang. Menurutnya, PJA 2026 tidak sekadar ajang kompetisi.

"Keragaman format karya memberikan kesempatan bagi jurnalis untuk mengangkat isu energi dari berbagai sudut pandang dan menyampaikannya dengan kekuatan masing-masing karya jurnalistik. Kami berharap PJA 2026 ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, namun juga wadah untuk menyuarakan cerita bagaimana energi hadir dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat," jelas Gregorius.

Peran Pers dalam Narasi Kemandirian Energi

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menilai insan pers punya peran strategis dalam mengawal narasi pembangunan energi nasional. Ia menyebut peran itu sejalan dengan Asta Cita, khususnya dalam memperkuat swasembada energi nasional.

Melalui karya jurnalistik yang informatif dan relevan, jurnalis dinilai turut membantu masyarakat memahami arah pembangunan serta kontribusinya terhadap kemandirian energi.

"Energi adalah fondasi bagi kemandirian sebuah bangsa. Ketika kita mampu mengoptimalkan kekuatan dan potensi energi dalam negeri, kita tidak hanya memperkuat ketahanan energi, tetapi juga membuka ruang yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan daya saing Indonesia. Dalam proses tersebut, insan pers memiliki peran penting untuk mengawal, menginformasikan, dan memperkaya pemahaman publik mengenai perjalanan kemandirian energi Indonesia," ujar Darmawan.

Energi sebagai Fondasi Pertumbuhan Ekonomi

PLN menempatkan isu kemandirian energi sebagai bagian dari agenda pembangunan nasional yang lebih luas. Ketersediaan energi dalam negeri dipandang menentukan daya saing industri dan pertumbuhan ekonomi.

Karena itu, pemahaman publik soal arah kebijakan energi menjadi krusial. Jurnalis berperan menjembatani informasi teknis dan kebijakan agar mudah dicerna masyarakat luas.

Penyelenggaraan PJA 2026 menjadi penanda bahwa PLN memandang literasi energi sebagai bagian tak terpisahkan dari pembangunan sektor ketenagalistrikan. Bagi jurnalis, ajang ini menjadi ruang mengukur kualitas liputan sekaligus memperluas wawasan soal isu energi nasional.

Sumber: ekbis.sindonews.com

Follow narawarta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks