Pencarian

Kisah Cermin Mata-mata yang Kini Jadi Teleskop Luar Angkasa NASA

Minggu, 11 Oktober 2026 • 11:23:31 WIB
Kisah Cermin Mata-mata yang Kini Jadi Teleskop Luar Angkasa NASA
Cermin utama Teleskop Luar Angkasa Nancy Grace Roman milik NASA tengah bersiap menjalankan misi survei langit.

NARAWARTA.COM — Teleskop Luar Angkasa Nancy Grace Roman milik NASA tengah menuju Titik Lagrange 2 Bumi untuk survei langit 1.000 kali lebih cepat dari Hubble. Cermin utamanya berdiameter 7,9 kaki, sama seperti Hubble, tapi bobotnya kurang dari seperempatnya. Yang jarang diketahui, cermin itu bukan buatan NASA, melainkan sisa program satelit mata-mata Amerika Serikat yang tak pernah diluncurkan.

NASA tidak membangun cermin tersebut. Cermin itu awalnya dirancang untuk memata-matai musuh Amerika Serikat di Bumi, bagian dari program satelit spionase rahasia. Alih-alih mencari kamp Taliban, cermin itu kini akan mencari fenomena bintang dari seluruh penjuru alam semesta.

Jawaban singkatnya: pihak mata-mata sudah tidak membutuhkannya lagi.

Program Future Imagery Architecture yang Dibatalkan

National Reconnaissance Office (NRO) mulai mengembangkan program satelit mata-mata generasi baru pada 1990-an. Program bernama Future Imagery Architecture itu hendak menempatkan sejumlah satelit mirip Hubble di orbit, hanya saja mengarah ke Bumi, bukan ke luar angkasa.

NRO sempat membangun beberapa unit. Namun setelah pembengkakan biaya hingga miliaran dolar, NRO kehilangan kepercayaan bahwa Boeing selaku produsen satelit mampu menyerahkan aset sesuai waktu dan anggaran.

Setelah analisis mendalam, pemerintah menghentikan seluruh program. Dua satelit tak pernah meninggalkan landasan dan terpaksa tersimpan di sebuah gudang di Rochester, New York.

Panggilan Tak Terduga dari NRO pada 2011

Michael Moore, pelaksana tugas deputi direktur astrofisika NASA, mendengar dari kontaknya bahwa aset tersebut hanya tergeletak di gudang. Ia menghubungi NRO dan menanyakan apakah NASA bisa mengambil alih, tetapi kantor satelit mata-mata itu menolak.

Cerita berbelok pada 2011. NRO tiba-tiba menelepon Moore kembali dan menyatakan NASA boleh datang melihatnya.

NASA pun datang ke gudang dan melihat langsung dua satelit mirip Hubble yang sebagian sudah dibongkar, plus cermin ketiga. Waktunya pas: NASA baru mulai memikirkan teleskop luar angkasa berikutnya, tetapi karena keterbatasan anggaran kemungkinan harus puas dengan ukuran lebih kecil dari Hubble.

Cermin berukuran 5 kaki dinilai tidak cukup menggairahkan dunia sains. Pertanyaannya, apakah teleskop baru itu masih layak dengan harga yang harus dibayar?

Cermin Gratis yang Mengubah Seluruh Desain Teleskop

Jawabannya jadi mudah: ya, begitu mendapat cermin jauh lebih besar dan lebih ringan secara gratis. NASA mengambil alih dan mendesain ulang seluruh teleskop di sekitarnya.

Cermin baru itu memungkinkan gambar lebih lebar dan lebih detail. NASA juga berani memimpikan koronagraf canggih, yang bisa mengurangi cahaya bintang jauh sehingga ilmuwan lebih mudah mengamati planet di sekitarnya.

Bukan Berarti Tanpa Biaya

Cermin gratis tetap tidak benar-benar gratis. Karena awalnya dirancang untuk mengintai pangkalan militer, NASA harus melakukan rekayasa ulang agar siap untuk misi astronomi.

Bentuknya harus dimodifikasi dan dilapisi perak setebal 400 nanometer, sekitar 200 kali lebih tipis dari rambut manusia. NASA juga tetap harus merancang satelit tempat cermin itu dipasang, plus seluruh instrumennya.

Menurut Scientific American, biaya tersebut cukup tinggi sehingga NASA hanya mengambil satu cermin meski NRO menawarkan lebih. Sementara New York Times menyebut NASA sempat mengambil cermin kedua, tetapi kemudian mengembalikannya.

22 Tahun Misi Astrofisika di Depan

Satu cermin itu kini berada di Teleskop Luar Angkasa Nancy Grace Roman dan sedang dalam perjalanan menjalankan misi sains. Seluruh proyek Roman berjalan lebih cepat dari jadwal dan di bawah anggaran.

Berkat pengendalian jarak jauh yang cermat dari NASA, Roman sudah menggandakan masa pakai bahan bakarnya. Artinya, cermin mata-mata yang pertama dibangun pada awal 2000-an itu masih punya sekitar 22 tahun astrofisika di depannya.

Sumber: jalopnik.com

Follow narawarta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks