NARAWARTA.COM — Antrean kendaraan listrik yang mengisi daya di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) PLN kawasan Gambir, Jakarta, terpantau padat pada Jumat (9/10/2026). Kepadatan ini mencerminkan lonjakan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia yang mulai membebani infrastruktur pengisian daya di titik-titik sibuk. Bagi pengguna mobil listrik, waktu tunggu di SPKLU kini jadi bagian dari rutinitas harian.
Mengapa Antrean Terbentuk
Gambir merupakan salah satu titik dengan lalu lintas kendaraan listrik tertinggi di Jakarta. Kawasan ini berdekatan dengan stasiun kereta api utama, perkantoran, dan pusat aktivitas ekonomi, sehingga banyak pengendara memilih mengisi daya sebelum atau sesudah beraktivitas.
Kepadatan di SPKLU PLN Gambir menunjukkan permintaan pengisian daya tumbuh lebih cepat dibanding kapasitas unit yang tersedia di lokasi tersebut. Saat beberapa kendaraan mengisi daya bersamaan, antrean tidak terhindarkan.
Siapa yang Merasakan Dampaknya
Pengguna mobil listrik yang mengandalkan SPKLU publik merasakan langsung waktu tunggu yang lebih panjang. Bagi mereka yang tidak memiliki fasilitas pengisian daya di rumah, SPKLU menjadi tumpuan utama. Ketika antrean mengular, jadwal perjalanan bisa tergeser.
Di sisi lain, operator SPKLU menghadapi tekanan untuk menambah unit pengisian daya di titik-titik ramai. Penambahan kapasitas bukan sekadar menambah jumlah mesin, tetapi juga menyangkut ketersediaan daya listrik di lokasi dan lahan parkir yang memadai.
Posisi SPKLU dalam Ekosistem Kendaraan Listrik
PLN sebagai operator utama SPKLU di Indonesia terus memperluas jaringan pengisian daya di berbagai wilayah. Jaringan ini menjadi tulang punggung pertumbuhan kendaraan listrik nasional. Tanpa infrastruktur yang memadai, adopsi kendaraan listrik berisiko tersendat di kota-kota besar.
Kepadatan di Gambir menjadi sinyal bahwa pembangunan SPKLU perlu mengikuti pola konsentrasi kendaraan listrik. Titik-titik dengan aktivitas tinggi seperti pusat kota, mal, dan simpul transportasi publik membutuhkan perhatian lebih besar dibanding lokasi dengan lalu lintas kendaraan listrik yang masih rendah.
Antrean di SPKLU PLN Gambir memperlihatkan sisi lain dari pertumbuhan kendaraan listrik Indonesia: infrastruktur pengisian daya dituntut bergerak lebih cepat mengikuti pertambahan jumlah kendaraan. Jika tidak, pengalaman pengguna mobil listrik bisa terganggu di titik-titik tersibuk.