Pencarian

Pemerintah Jeju Perketat Keamanan Usai Rumor Orang Hilang, Kunjungan Turun Hingga 10 Persen

Senin, 31 Agustus 2026 • 22:07:01 WIB
Pemerintah Jeju Perketat Keamanan Usai Rumor Orang Hilang, Kunjungan Turun Hingga 10 Persen
Wisatawan domestik di Jeju tercatat turun hingga 10 persen pada Sabtu, menyusul rumor kasus orang hilang yang tidak terverifikasi.

NARAWARTA.COM

Keindahan Jeju memang tak perlu diragukan, namun bagaimana kabar keamanan pulau vulkanik ini akhir-akhir ini? Pertanyaan tersebut wajar muncul di benak calon wisatawan. Sebab, dalam hitungan pekan, berbagai kabar tak menyenangkan beredar dan memicu kekhawatiran publik.

Apa yang Sebenarnya Terjadi di Jeju?

Fenomena ini bermula dari merebaknya kasus orang hilang yang berakhir tragis. Salah satu yang paling disorot adalah kasus pria bermarga Jang yang jasadnya ditemukan pada 24 Agustus setelah hilang selama lebih dari 100 hari. Penemuan ini menjadi titik balik yang membuat sejumlah kasus serupa sebelumnya kembali ramai diperbincangkan warganet.

Kekhawatiran publik semakin memuncak karena dalam rentang 22-24 Agustus, empat orang dilaporkan ditemukan meninggal di beberapa wilayah berbeda di Jeju. Meski polisi meyakini tidak ada unsur kriminal dalam kasus-kasus ini, kabar yang berdekatan tersebut memicu spekulasi liar di komunitas online.

Narasi tidak terverifikasi yang beredar kemudian menggabungkan berbagai kasus yang sebenarnya tidak berkaitan. Akibatnya, muncullah kesan di internet bahwa Jeju tidak aman, yang bahkan dijuluki sebagai "kisah horor Jeju".

Berapa Penurunan Kunjungan yang Terjadi?

Dampaknya langsung dirasakan pelaku industri pariwisata. Mengutip data Asosiasi Pariwisata Jeju yang dirilis Seoul Economic Daily, kunjungan wisatawan domestik pada 1-29 Agustus turun 1,9 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Meski begitu, hingga pertengahan bulan, angka kunjungan masih tercatat lebih tinggi dari tahun sebelumnya.

Penurunan paling tajam mulai terlihat sekitar tanggal 24 Agustus. Jika dibandingkan hari yang sama dalam sepekan, penurunannya mencapai 5,4 persen. Pada periode 25-30 Agustus tahun lalu, ada 213.706 wisatawan, sedangkan tahun ini hanya 202.234 orang untuk periode yang setara.

Trennya makin mengkhawatirkan menjelang akhir pekan. Penurunan yang awalnya hanya 0,3 persen pada Senin, merangkak naik menjadi 4,5 persen pada Selasa, 5,3 persen pada Rabu, 4,9 persen pada Kamis, dan puncaknya 10 persen pada Sabtu. Pelaku industri menilai faktor musiman saja tidak cukup menjelaskan angka ini.

Dampak bagi Industri dan Kekhawatiran Musim Gugur

"Kami memahami bahwa ada sejumlah pembatalan perjalanan ke Jeju setelah pemberitaan mengenai kasus-kasus tersebut muncul," ujar seorang pelaku industri pariwisata, dikutip dari Seoul Economic Daily.

"Belum ada pembatalan dalam skala besar, tetapi jika situasi ini terus berlanjut, musim wisata musim gugur bisa terdampak," tambahnya. Kekhawatiran ini cukup beralasan, mengingat musim gugur merupakan salah satu periode puncak kunjungan ke Jeju.

Langkah Konkret Pemerintah Provinsi Jeju

Menanggapi situasi ini, Gubernur Jeju Wi Seong-gon angkat bicara. Ia menegaskan bahwa rumor yang membuat Jeju tampak lebih berbahaya dibanding wilayah lain harus segera diluruskan.

"Fakta yang akurat dan informasi yang diperlukan harus disampaikan dengan cepat. Kita harus merespons secara aktif agar informasi yang belum terverifikasi tidak semakin memperbesar kecemasan mengenai keamanan Jeju," ujarnya.

Pemerintah provinsi pun bergerak cepat dengan membentuk sistem respons khusus. Peninjauan ulang penanganan kasus orang hilang akan dilakukan bersama kepolisian, pemadam kebakaran, dan kelompok masyarakat sipil. Sebagai langkah preventif, penguatan jaringan CCTV serta pemantauan berbasis kecerdasan buatan (AI) juga tengah disiapkan untuk meningkatkan keamanan kawasan.

Bagi Anda yang sudah terlanjur merencanakan liburan ke Jeju, penting untuk tetap memantau informasi resmi dari pemerintah setempat. Kabar yang beredar di media sosial memang seringkali tidak akurat. Sejauh ini, pihak berwenang masih memastikan bahwa tidak ada ancaman kriminal yang mengintai para wisatawan di pulau yang terkenal dengan pantai lava dan ladang tea ini.

Sumber: travel.detik.com

Follow narawarta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks