TEMBILAHAN — Pelaksana Harian (Plh) Bupati Inhil Yuliantini turun langsung meninjau lokasi kebakaran lahan di Parit 18, Sungai Beringin. Kedatangannya bersama Brigjen TNI (Mar) Agus Gunawan serta jajaran TNI-Polri, BPBD, dan Damkar untuk memastikan proses pemadaman berjalan maksimal di tengah kondisi cuaca kemarau.
Berdasarkan pemantauan hingga Jumat, tercatat 72 titik panas (hotspot) yang tersebar di delapan kecamatan di Kabupaten Inhil. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena sebagian besar wilayah kabupaten didominasi lahan gambut yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan.
Dua Embung Dibangun untuk Pasok Air Pemadaman
Yuliantini mengungkapkan, pemerintah kabupaten bersama tim penanganan tengah membangun dua embung di kawasan Sungai Beringin. Embung berfungsi sebagai sumber air cadangan untuk mendukung proses pemadaman yang membutuhkan pasokan air dalam jumlah besar.
"Segala upaya telah kita lakukan untuk melakukan pemadaman. Saat ini kita sedang membuat embung untuk membuat aliran air yang bisa digunakan dalam proses pemadaman," ujar Yuliantini di lokasi, Jumat.
Ia menambahkan, personel gabungan telah disebar ke sejumlah lokasi yang terdeteksi mengalami kebakaran. Keterlibatan lintas unsur dinilai penting mengingat luasnya wilayah Inhil dan sulitnya akses menuju titik api.
Tanah Gambut dan Jalan Sempit Jadi Kendala Utama
Karakteristik tanah gambut di Inhil membuat proses pemadaman tidak bisa menggunakan peralatan sembarangan. Yuliantini menjelaskan, peralatan yang digunakan saat ini masih sangat sederhana, sementara akses jalan menuju lokasi kebakaran relatif sempit sehingga menyulitkan mobilisasi alat berat.
"Struktur tanah Inhil ini gambut dan peralatan yang digunakan saat ini sangat sederhana. Lokasi jalan yang kecil menuju titik api, jadi kita perlu mesin-mesin yang mudah dibawa," jelasnya.
Pemkab Inhil berharap dukungan dari BPBD Provinsi Riau hingga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk penyediaan peralatan yang sesuai dengan kondisi lapangan. Kondisi angin yang sempat kencang di lokasi juga disebut berpotensi mempercepat penyebaran api, meski mulai kembali normal saat peninjauan dilakukan.
Warga Diminta Tak Buka Lahan dengan Cara Dibakar
Di tengah upaya pemadaman, Yuliantini mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kebakaran lahan dinilai membawa dampak buruk bagi kesehatan warga akibat polusi udara.
"Saya harap masyarakat jangan membuka lahan dengan cara dibakar. Mari kita jaga lingkungan. Akibat kebakaran ini, udara kita menjadi tidak sehat lagi dan dapat memicu timbulnya penyakit," tegasnya.
Sebagai ikhtiar menghadapi kondisi kemarau dan ancaman kebakaran lahan, Pemerintah Kabupaten Inhil berencana melaksanakan Salat Istisqa atau salat memohon turunnya hujan dalam waktu dekat. Pemerintah daerah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah munculnya titik api baru.