NARAWARTA.COM — Proses suksesi kepemimpinan Nahdlatul Ulama memuncak di Jombang setelah Ahlul Halil Wal Aqdi (AHWA) mengukuhkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Penetapan tersebut dibacakan dalam sidang pleno penutupan yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
Keputusan Mufakat dan Dukungan Suara Terbanyak
"Anggota Ahlul Halil Wal Aqdi (AHWA) memutuskan secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa khidmat 2026-2031," kata KH Anwar Iskandar di Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8).
Sebelum mekanisme AHWA berjalan, muktamirin lebih dulu melakukan pemilihan untuk menyaring lima besar calon. Gus Kikin keluar sebagai peraih suara tertinggi dengan perolehan 472 suara, unggul atas empat kandidat lainnya.
Presiden Tutup Muktamar, Baju Koko dan Serban Khas NU
Presiden Prabowo Subianto tiba di Pondok Pesantren Bahrul Ulum pada pukul 10.08 WIB. Mengenakan baju koko putih lengkap dengan peci, ia langsung disambut Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU terpilih, Gus Kikin. Serban hadiah dari tokoh NU dikalungkan ke pundak mantan Danjen Kopassus tersebut.
Kedatangan orang nomor satu di Indonesia ini bukan kali pertama selama muktamar berlangsung. Pada Jumat (27/8), Prabowo hadir untuk membuka acara. Saat itu ia menyinggung besarnya jasa NU dalam perjuangan kemerdekaan dan menyebut organisasi ini sebagai institusi bersejarah.
Petinggi Kabinet Merapat ke Jombang Beri Dukungan
Sejumlah menteri ikut mendampingi Presiden dalam seremonial penutupan. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia tampak hadir. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga terlihat di lokasi.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Menteri PPPA Arifatul Choiri, dan Menteri Haji Irfan Yusuf melengkapi rombongan. Tingginya jumlah pejabat kabinet yang hadir menunjukkan perhatian serius pemerintah terhadap organisasi Islam terbesar di Indonesia ini.
Muktamar NU kali ini dinilai krusial karena menentukan arah organisasi dalam menghadapi dinamika politik nasional menjelang Pemilu 2029. Kepemimpinan Gus Kikin akan diuji untuk menjaga soliditas warga nahdliyin di tengah kontestasi politik yang kerap memecah belah.