Pencarian

Harga TBS Sawit Riau Naik hingga Rp3.943 per Kilogram, Disbun Catat Kenaikan di Semua Umur Tanaman

Selasa, 08 September 2026 • 14:18:32 WIB
Harga TBS Sawit Riau Naik hingga Rp3.943 per Kilogram, Disbun Catat Kenaikan di Semua Umur Tanaman
Harga TBS kelapa sawit kemitraan swadaya di Riau periode 9-15 September 2026 ditetapkan naik di seluruh kelompok umur tanaman.

NARAWARTA.COM — Dinas Perkebunan (Disbun) Riau menetapkan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit kemitraan swadaya periode 9-15 September 2026 mengalami kenaikan di seluruh kelompok umur. Kenaikan tertinggi mencapai Rp58,62 per kilogram atau 1,51 persen pada tanaman berumur 9 tahun. Penetapan Nomor 33 ini menjadikan harga acuan tertinggi di Provinsi Riau sebesar Rp3.943,46 per kilogram untuk periode satu pekan ke depan.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Disbun Riau, Dr. Defris Hatmaja, menjelaskan bahwa Indeks K yang digunakan dalam formula penetapan harga berada di level 93,34 persen. Angka ini menjadi faktor pengali dalam menentukan besaran harga yang diterima petani untuk setiap kelompok umur tanaman.

Daftar Lengkap Harga TBS Sawit Riau per Kelompok Umur

Umur TanamanHarga TBS per Kg
3 TahunRp3.050,87
4 TahunRp3.404,24
5 TahunRp3.654,95
6 TahunRp3.796,30
7 TahunRp3.881,77
8 TahunRp3.928,95
9 Tahun (tertinggi)Rp3.943,46
10-20 TahunRp3.901,79
21 TahunRp3.835,48
22 TahunRp3.759,26
23 TahunRp3.672,62
24 TahunRp3.607,02
25 TahunRp3.553,17
26 TahunRp3.533,79
27 TahunRp3.503,79
28 TahunRp3.446,96
29 TahunRp3.405,22
30 TahunRp3.309,80

Sumber: Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau, Penetapan Nomor 33, harga TBS kemitraan swadaya periode 9-15 September 2026. Indeks K: 93,34%. Harga cangkang: Rp24,76/kg. Harga rata-rata CPO KPBN: Rp16.005,80/kg. Harga rata-rata kernel KPBN: Rp13.679,00/kg.

Kenaikan Harga di Seluruh Kelompok Umur Tanaman

Kenaikan harga berlaku merata untuk tanaman sawit dari usia 3 tahun hingga 30 tahun. Berikut rincian harga TBS kelapa sawit kemitraan swadaya Provinsi Riau periode 9-15 September 2026:

  • Umur 3 tahun: Rp3.050,87/kg
  • Umur 4 tahun: Rp3.404,24/kg
  • Umur 5 tahun: Rp3.654,95/kg
  • Umur 6 tahun: Rp3.796,30/kg
  • Umur 7 tahun: Rp3.881,77/kg
  • Umur 8 tahun: Rp3.928,95/kg
  • Umur 9 tahun (tertinggi): Rp3.943,46/kg
  • Umur 10-20 tahun: Rp3.901,79/kg
  • Umur 21 tahun: Rp3.835,48/kg
  • Umur 22 tahun: Rp3.759,26/kg
  • Umur 23 tahun: Rp3.672,62/kg
  • Umur 24 tahun: Rp3.607,02/kg
  • Umur 25 tahun: Rp3.553,17/kg
  • Umur 26 tahun: Rp3.533,79/kg
  • Umur 27 tahun: Rp3.503,79/kg
  • Umur 28 tahun: Rp3.446,96/kg
  • Umur 29 tahun: Rp3.405,22/kg
  • Umur 30 tahun: Rp3.309,80/kg

Mekanisme Penetapan Saat Pabrik Tidak Melakukan Penjualan

Defris menyebutkan, dalam periode ini terdapat sejumlah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang tidak melakukan transaksi penjualan. Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 13 Tahun 2024 Pasal 16, harga CPO dan kernel yang digunakan adalah harga rata-rata tim. Apabila pabrik terkena validasi 2, maka harga yang dipakai mengacu pada rata-rata harga KPBN (Kantor Pemasaran Bersama Nusantara).

"Harga rata-rata CPO KPBN periode ini adalah Rp16.005,80 per kilogram dan harga kernel KPBN periode ini sebesar Rp13.679,00 per kilogram," jelas Defris dalam keterangan resminya, Selasa (8/9/2026).

Adapun harga cangkang pada periode ini ditetapkan sebesar Rp24,76 per kilogram. Komponen tersebut turut memengaruhi perhitungan akhir harga TBS yang dibayarkan kepada petani mitra swadaya.

Perbaikan Tata Kelola dan Dampaknya bagi Petani

Defris menegaskan bahwa konsistensi kenaikan harga ini tidak terlepas dari perbaikan tata kelola dalam proses penetapan harga TBS. Langkah tersebut merupakan hasil komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan perkebunan kelapa sawit di Riau, termasuk dukungan dari Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau.

"Komitmen bersama ini pada akhirnya tentu akan berimbas pada peningkatan pendapatan petani yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat," katanya.

Dengan pola penetapan yang transparan dan melibatkan data penjualan riil dari pabrik, fluktuasi harga yang terjadi setiap pekan dapat direspons secara proporsional oleh petani. Periode kenaikan ini menjadi sinyal positif bagi perkebunan sawit rakyat di Riau setelah sebelumnya harga sempat berada di bawah level psikologis Rp3.900 per kilogram pada sejumlah kelompok umur.

Follow narawarta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks