Pencarian

Film Istimewa Angkat Kisah Ayah dan Anak, Sutradara Ruben Adrian Sampai Menangis di Lokasi Syuting

Selasa, 08 September 2026 • 15:44:01 WIB
Film Istimewa Angkat Kisah Ayah dan Anak, Sutradara Ruben Adrian Sampai Menangis di Lokasi Syuting
Sutradara Ruben Adrian menangis saat proses syuting film "Istimewa" yang mengangkat kisah hubungan ayah dan anak.

NARAWARTA.COM — Film Istimewa digarap Ruben Adrian sebagai sebuah refleksi tentang keluarga, pengasuhan, dan arti memaafkan. Kisahnya berpusat pada hubungan seorang ayah dengan anak-anak yang diasuhnya di sebuah rumah bernama Rumah Istimewa, menghadirkan pesan bahwa ikatan kasih sayang tidak selalu ditentukan oleh hubungan darah.

Ajil Ditto, salah satu pemain yang terlibat, menyaksikan langsung bagaimana emosi sang sutradara begitu mendalam di lokasi syuting. Menurutnya, Ruben menangis hampir di setiap proses pengambilan gambar, dan hal itu justru menjadi energi tersendiri bagi para pemain.

Cerita yang Berawal dari Lingkungan Anak Berkebutuhan Khusus

Yanni Melwani, yang juga bermain dalam film ini, memiliki kedekatan personal dengan cerita yang diangkat. Pengalamannya selama lima tahun berkecimpung dengan anak-anak berkebutuhan khusus membuatnya merasa Istimewa sangat relevan.

Ia melihat film ini sebagai kisah tentang orang-orang yang tidak memiliki hubungan darah, tetapi bisa dipersatukan oleh kasih sayang dan rasa kekeluargaan. Perspektif inilah yang kemudian memperkaya pendekatan Ruben dalam mengarahkan para pemainnya.

Sutradara Menangis, Pemain Ikut Terbawa Suasana

Ajil Ditto mengungkapkan bahwa atmosfer emosional di lokasi syuting terasa sangat kuat. Ia menilai keputusan Ruben untuk membiarkan dirinya larut dalam peran dan cerita menjadi kunci utama keberhasilan eksekusi film ini.

"Big thanks buat Mas Ruben selaku sutradara yang mengeksekusi dengan baik, karena kenapa gue bilang mengeksekusi dengan baik? Karena dia selama syuting dia nangis melulu," kenang Ajil dalam konferensi pers di kawasan Epicentrum, Jakarta Selatan, Senin (7/9/2026).

"Jadi menurut gue, kalau sutradara sudah nangis duluan di set, nanti pas dimasak di ruang editing, harusnya bisa bikin nangis juga. Dan benar ternyata semuanya nangis pas lagi syuting," sambungnya.

Pesan yang Ingin Disampaikan Ruben Adrian

Ruben menegaskan bahwa Istimewa bukan sekadar film drama keluarga biasa. Ia ingin penonton pulang dari bioskop dengan membawa pertanyaan tentang bagaimana mereka memperlakukan orang-orang terdekatnya.

"Iya, buat saya film Istimewa itu film yang menjadi refleksi, menjadi cermin buat kita hidup, film yang menjadi cermin ketika kita harus belajar untuk saling mengasihi dan saling memaafkan," ujar Ruben di kesempatan yang sama.

"Jadi buat saya ini film tentang cinta, tentang cinta seorang ayah dan anak-anaknya dan cinta seorang anak-anak kepada ayahnya," tegasnya.

Dengan premis yang menyentuh dan proses produksi yang penuh emosi, Istimewa berpotensi menjadi salah satu film keluarga Indonesia yang meninggalkan kesan mendalam bagi penontonnya. Film ini juga menegaskan posisi Ruben Adrian sebagai sutradara yang konsisten mengangkat tema-tema humanis dalam karya-karyanya.

Sumber: liputan6.com

Follow narawarta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks