Pencarian

Aceh Culinary Festival 2026 Libatkan 100 UMKM, Transaksi Rp1,5 Miliar

Senin, 14 September 2026 • 15:42:31 WIB
Aceh Culinary Festival 2026 Libatkan 100 UMKM, Transaksi Rp1,5 Miliar
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa meninjau stan kuliner pada Aceh Culinary Festival 2026.

NARAWARTA.COM — Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa meminta pemerintah daerah dan pelaku wisata memperkuat narasi di balik kuliner khas Aceh. Menurutnya, kekayaan rasa, sejarah, dan budaya yang terkandung dalam setiap hidangan bisa menjadi daya tarik wisata gastronomi.

"Kita harus kuatkan storytelling dari kuliner-kuliner Aceh sehingga kita tidak hanya merasakan enaknya saja, tetapi, kita tahu cerita di baliknya," kata Ni Luh dalam keterangannya, Senin (14/9).

Gastronomi, lanjut Ni Luh, tidak sekadar soal cita rasa. Ada budaya, tradisi, sejarah, bahan pangan, dan kehidupan masyarakat yang membentuk sebuah hidangan. Narasi yang kuat membuat wisatawan mendapat pengalaman lebih utuh saat menikmati kuliner Aceh.

Festival Kuliner Harus Berdampak Ekonomi

Ni Luh menilai penyelenggaraan festival tidak semestinya berhenti sebagai tontonan atau ruang perayaan budaya. Festival kuliner perlu memberi dampak ekonomi melalui peningkatan transaksi UMKM, penciptaan kesempatan kerja, serta tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar lokasi acara.

Data Kementerian Pariwisata menunjukkan 110 kegiatan yang tergabung dalam Karisma Event Nusantara (KEN) sepanjang 2025 menghasilkan perputaran ekonomi lebih dari Rp17 triliun. Angka itu tumbuh 25,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Rangkaian KEN 2025 juga mencatat 10,8 juta pengunjung. Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 108.500 tenaga kerja, 105.700 pelaku seni, 15.400 pengusaha UMKM, dan 4.900 komunitas.

Aceh Culinary Festival Masuk 10 Besar KEN

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Dedy Yuswadi mengatakan Aceh Culinary Festival telah masuk jajaran 10 besar KEN milik Kementerian Pariwisata selama empat kali. Capaian itu tidak lepas dari kolaborasi Kementerian Pariwisata, Pemerintah Aceh, pemerintah kabupaten/kota, Kementerian Kebudayaan, komunitas, hingga pengusaha UMKM.

ACF 2026 digelar 11–14 September 2026 dengan lebih dari 100 pengusaha UMKM kuliner dari 12 kabupaten/kota. Lebih dari 20 komunitas dan inisiatif kreatif dari Aceh, Jakarta, dan Bali turut ambil bagian. Hingga hari penutupan, kunjungan tercatat lebih dari 11.000 orang dengan nilai transaksi lebih dari Rp1,5 miliar.

Potensi Gastronomi Aceh ke Wonderful Indonesia Gourmet

Ni Luh menilai ACF 2026 menunjukkan besarnya potensi kuliner Aceh untuk dikembangkan sebagai bagian dari pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Ia berharap festival itu memperkuat Wonderful Indonesia Gourmet (WIG) yang diinisiasi Kementerian Pariwisata untuk mengembangkan kekayaan gastronomi Nusantara sebagai daya tarik pariwisata.

Bagi wisatawan yang ingin mengejar pengalaman kuliner Aceh, festival ini biasanya berlangsung empat hari pada September. Informasi jadwal, lokasi venue, dan rangkaian acara tahun berikutnya dapat dikonfirmasi via Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh atau kanal resmi Kementerian Pariwisata.

Sumber: validnews.id

Follow narawarta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks