Pencarian

Harga BBM Pertamina Naik per 14 September 2026, Ini Rinciannya

Senin, 14 September 2026 • 08:04:01 WIB
Harga BBM Pertamina Naik per 14 September 2026, Ini Rinciannya
Pengendara mengisi BBM non-subsidi di SPBU Pertamina di Jakarta, Senin (14/9/2026).

NARAWARTA.COMJAKARTA: PT Pertamina Patra Niaga menaikkan harga empat produk BBM non-subsidi per Selasa (1/9/2026). Per Senin (14/9/2026), harga baru tersebut sudah tercatat di laman MyPertamina dan berlaku di seluruh SPBU Pertamina. Kenaikan ini menyentuh Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex, dan Pertamax Green 95.

Keputusan ini diambil di tengah fluktuasi harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah. Pertamina menyebut penyesuaian dilakukan dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat serta kondisi sosial ekonomi terkini.

Rincian Harga Baru per Liter

Pertamina Dex mencatat kenaikan paling tajam, dari Rp21.150 menjadi Rp25.200 per liter. Disusul Dexlite yang naik dari Rp19.700 menjadi Rp23.700 per liter.

Untuk produk bensin beroktan tinggi, Pertamax Turbo (RON 98) naik dari Rp18.300 menjadi Rp19.600 per liter. Sementara Pertamax Green 95 melonjak dari Rp16.600 menjadi Rp19.150 per liter.

Produk yang Tidak Ikut Naik

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menegaskan tidak semua produk non-subsidi mengalami penyesuaian. Pertamax 92 dan Pertamax Green 95 disebut tidak terkena perubahan harga.

"Penyesuaian harga dilakukan hanya sebagian produk BBM Non Subsidi yaitu Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite, sedangkan produk BBM Non Subsidi lainnya seperti Pertamax 92 dan Pertamax Green 95 tidak mengalami penyesuaian harga. Hal ini dilakukan dengan memperhatikan keekonomian, daya beli dan kondisi sosial masyarakat," ujar Kitty.

Catatan redaksi: terdapat perbedaan informasi terkait status Pertamax Green 95 dalam daftar harga yang dirilis, namun kutipan resmi Pertamina menyatakan produk tersebut tidak mengalami penyesuaian.

BBM Subsidi Tetap Rp10.000 dan Rp6.800

Di sisi lain, harga BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan. Pertalite masih dijual Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar subsidi tetap Rp6.800 per liter. Pertamina sebelumnya memastikan harga Pertalite tidak naik hingga akhir 2026.

Kebijakan ini menjadi penopang daya beli masyarakat bawah di tengah tekanan biaya hidup. Bagi pengguna kendaraan pribadi yang bergantung pada Pertamax Turbo atau Dexlite, kenaikan ini menambah beban pengeluaran bulanan, terutama bagi mereka yang melintasi rute jauh setiap hari.

Pelaku usaha logistik dan transportasi yang memakai Dexlite atau Pertamina Dex juga akan menghitung ulang struktur biaya operasional. Sebagian mungkin akan mengalihkan sebagian armadanya ke Biosolar subsidi, meski dengan konsekuensi performa mesin berbeda.

Pertamina belum merilis pernyataan resmi soal kemungkinan penyesuaian lanjutan dalam beberapa bulan ke depan. Harga BBM non-subsidi di Indonesia masih akan bergerak mengikuti harga minyak mentah dunia, kurs rupiah, dan kebijakan pemerintah terkait subsidi energi.

Sumber: inews.id

Follow narawarta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks