NARAWARTA.COM — Cinta Laura terjun langsung ke Sumba Barat Daya, NTT, menemui warga yang masih bertahan di tenda pengungsian pascagempa. Bantuan logistik ia serahkan, tapi yang paling membekas justru aksinya menghibur anak-anak korban bencana yang kehilangan rumah dan rutinitas.
Cinta Laura bukan tipe selebritas yang cuma kirim donasi lewat transfer. Ia datang sendiri ke lokasi, menyapa warga, dan ikut duduk di tanah bersama anak-anak pengungsi.
Kunjungan ke Sumba Barat Daya, NTT, itu dilakukan setelah gempa mengguncang wilayah tersebut. Warga yang terdampak masih bertahan di pengungsian, jauh dari rumah yang mereka tinggalkan.
Bantuan yang Dibawa Cinta Laura
Dalam kunjungan itu, Cinta membawa sejumlah bantuan untuk meringankan beban warga terdampak. Bantuan diserahkan langsung ke lokasi pengungsian, bukan lewat perantara.
Ia juga menyempatkan diri berbincang dengan para pengungsi. Pendekatan personal seperti ini penting, karena korban bencana sering butuh didengar, bukan cuma diberi barang.
Momen Paling Menyentuh: Menghibur Anak-anak
Bagian yang paling banyak diperbincangkan warganet adalah saat Cinta bermain dengan anak-anak pengungsi. Ia mengajak mereka bercanda, tersenyum, dan sejenak melupakan situasi berat yang sedang dijalani.
Anak-anak korban bencana termasuk kelompok paling rentan. Mereka belum tentu paham kenapa rumahnya hilang, tapi jelas merasakan ketakutan dan kebingungan. Kehadiran orang dewasa yang mau bermain bisa jadi obat sederhana.
Cinta memang beberapa kali terlibat dalam kegiatan sosial bertema anak. Sebelumnya ia pernah mengunjungi PAUD di Wamena dan tampil sebagai pembicara di acara World Water Forum di Bali.
Kenapa Kunjungan Langsung ke Pengungsian Penting
Bencana alam di daerah terpencil seperti Sumba Barat Daya sering luput dari perhatian setelah pemberitaan awal mereda. Kunjungan figur publik membantu menjaga isu ini tetap terlihat.
Bantuan yang datang langsung ke lokasi juga memastikan penyalurannya tepat sasaran. Warga di pengungsian bisa langsung menerima, tanpa harus menunggu distribusi berlapis.
Yang Bisa Ditiru Ibu di Rumah
Tidak semua orang bisa terbang ke NTT. Tapi semangat kunjungan Cinta bisa diterapkan dalam skala kecil: ajak anak memahami bahwa ada teman sebaya di luar sana yang sedang kesulitan.
Libatkan anak saat menyisihkan sebagian uang jajan atau pakaian layak pakai untuk disumbangkan. Anak yang terbiasa berbagi sejak kecil cenderung lebih peka terhadap orang lain saat dewasa.
Untuk yang ingin membantu korban gempa, salurkan donasi lewat lembaga resmi yang kredibel. Pastikan juga bantuan berupa kebutuhan anak, seperti pakaian, buku, atau mainan, karena kelompok ini sering terlewat dalam daftar prioritas.
Kabar baiknya, kepedulian publik terhadap korban gempa NTT masih ada. Kehadiran sosok seperti Cinta Laura di lokasi membuat warga merasa tidak sendirian menghadapi masa pemulihan yang panjang.