SEMARANG — Ratusan insiden kebakaran yang tersebar di Jawa Tengah sepanjang delapan bulan terakhir menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng mencatat 615 kejadian, terdiri atas 282 kebakaran hutan dan lahan serta 333 musibah yang menghanguskan gedung maupun permukiman warga.
Angka tersebut menuntut kesiapsiagaan personel di lapangan. Pemprov Jateng pun menjawabnya dengan menggelar agenda peningkatan kapasitas bagi 150 relawan yang dipilih dari berbagai kabupaten dan kota. Pelatihan ini difokuskan pada teknik pencarian dan pertolongan perkotaan atau Urban Search and Rescue (SAR), dengan instruktur berpengalaman dari Basarnas.
Kecepatan Respons Jadi Penentu Selamat atau Ruginya Warga
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno menuturkan, kecepatan penanganan bencana berbanding lurus dengan kecilnya dampak yang diderita masyarakat. Kompetensi relawan yang teruji menjadi modal utama agar setiap laporan kejadian bisa direspons cepat dan tepat.
"Kami mengapresiasi dan sangat support kegiatan peningkatan kapasitas teman-teman relawan. Ini menjadi bagian tanggung jawab pemerintah daerah agar kalau ada kebencanaan, penanganannya bisa lebih cepat," ujar Sumarno dalam keterangan tertulisnya, Jumat (4/9/2026).
Ia mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi memberikan dukungan penuh terhadap jalannya pelatihan. Langkah strategis ini dinilai esensial untuk meminimalkan potensi kerugian materiil maupun jatuhnya korban jiwa.
Musim Kemarau: Ancaman Kebakaran Lahan dan TPS Mengintai
Menghadapi musim kemarau yang masih berlangsung, Pemprov Jateng menyoroti tingginya potensi kebakaran lahan dan tempat pembuangan sampah. Sumarno mengingatkan masyarakat untuk tidak sembarangan melakukan pembakaran di luar rumah.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Provinsi Jawa Tengah Bergas Catursasi Penanggungan mengonfirmasi bahwa mayoritas kejadian dipicu kelalaian atau human error. Area pertanian dan perkebunan menjadi wilayah paling rawan terdampak aktivitas ceroboh tersebut.
"BPBD tetap harus siap. Begitu terdeteksi titik panas (hotspot) yang berefek pada potensi kebakaran, kita langsung bergerak memadamkan bekerja sama dengan Damkar setempat," ucap Bergas.
Modus Kebakaran Sering Berawal dari Api Pembakar Lahan
Pihaknya memastikan seluruh tim siaga memantau kemunculan titik panas. Begitu sinyal terdeteksi, personel gabungan langsung dikerahkan ke lokasi untuk mencegah api meluas ke permukiman.
Pelatihan yang digelar kali ini menjadi bagian dari upaya preventif jangka panjang. Dengan bekal teknik SAR perkotaan, para relawan diharapkan mampu bertindak sigap dalam kondisi darurat, terutama saat mengevakuasi korban dari gedung atau area padat penduduk.