MEDAN — BPBD Sumatera Utara mencatat bahwa bencana hidrometeorologi basah masih menjadi ancaman terbesar di wilayahnya. Dari total 338 kejadian selama delapan bulan terakhir, tanah longsor tercatat sebanyak 86 kali dan cuaca ekstrem mencapai 127 kali, menjadikan keduanya penyumbang angka tertinggi dibanding jenis bencana lainnya.
Data yang dihimpun BPBD Sumut hingga 4 September 2026 juga menunjukkan banjir terjadi 73 kali, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 47 kali, serta kekeringan dua kali. Sisanya merupakan satu kali erupsi Gunung Sinabung, satu kali gempa bumi, dan satu bencana non alam.
Karhutla Samosir Padam Setelah Dua Minggu, Personel Bakal Digeser ke Sinabung
Kepala BPBD Sumut Tuahta Ramajaya Saragih menyebut penanganan karhutla di Kabupaten Samosir telah berlangsung selama dua pekan dan baru mereda setelah hujan turun menjelang akhir pekan lalu. Pihaknya selama ini bertugas mendampingi BPBD Samosir dalam proses pemadaman.
“Alhamdulillah sudah dua minggu, baru semalam turun hujan. Hari ini juga agak mendung. Artinya ini akan kami pertimbangkan, akan kami tarik nanti mungkin personil kami dari sana untuk kami geser ke Sinabung,” jelas Tuahta dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Jumat (4/9/2026) siang.
Selain Samosir, karhutla juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Padang Lawas dan Padang Lawas Utara. Meskipun potensi luas kebakaran masih kategori kecil, Tuahta menegaskan pengawasan tetap dilakukan bersama BPBD kabupaten/kota agar api tidak merambat ke wilayah lain.
“Memang potensinya masih kecil, ya, masih kecil, namun itu tidak bisa kita jadikan alasan untuk tidak awas terhadap potensi-potensi seperti itu,” ujarnya.
Status Gunung Sinabung Level Siaga, Pemprov Turun Mendampingi Pemkab Karo
BPBD Sumut juga memprioritaskan penanganan warga terdampak erupsi Gunung Sinabung yang berstatus level III atau siaga. Tuahta mengatakan perhatian terhadap gunung tersebut kini telah mencapai level nasional, dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sudah berada di lokasi untuk mendampingi Pemerintah Kabupaten Karo.
“Sinabung saat ini sudah sampai ke level nasional perhatiannya dan BPBD Sumatera Utara atau Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tentunya sudah langsung berada di tempat pendampingan terhadap Pemkab Karo,” kata Tuahta.
Angin Puting Beliung Rusak Rumah di Medan, Binjai, dan Deli Serdang
Sementara itu, cuaca ekstrem berupa angin puting beliung dilaporkan menyebabkan kerusakan rumah di tiga wilayah dalam pekan terakhir. Tuahta menyebut laporan terakhir masuk dari Kabupaten Deli Serdang setelah sebelumnya kejadian serupa melanda Kota Medan dan Kota Binjai.
Ia menambahkan meski cuaca di sejumlah titik sudah mulai membaik, BPBD Sumut tetap berkoordinasi dengan kabupaten/kota untuk menerima laporan dan memberikan dukungan sesuai kewenangan masing-masing.
“Namun ini tetap kita koordinasikan, kita menerima laporan, kemudian hal-hal apa yang bisa didukung oleh Sumatera Utara, kita koordinasikan dengan BPBD setempat dan kita bantu sesuai dengan kewenangan kita masing-masing,” sebut Tuahta.
Instruksi Gubernur Terbit, Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi Diperketat
Sebagai langkah antisipasi, Pemprov Sumut telah menerbitkan Instruksi Gubernur Nomor 188.54/8/INST/2026 tentang Peringatan Dini Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Hidrometeorologi Kering dan Basah di Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026. Instruksi ini menjadi dasar bagi seluruh perangkat daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana yang diprediksi BMKG terkait perubahan iklim di Sumatera Utara.
“Ini menjadi patokan kami untuk selalu mengawasi setiap potensi yang bakal terjadi di Provinsi Sumatera Utara,” pungkas Tuahta.