NARAWARTA.COM — Venezuela bersiap memindahkan 31 metrik ton emas senilai sekitar USD 4 miliar (Rp 71 triliun) dari Bank of England ke Federal Reserve Bank of New York. Pemerintahan sementara dan pihak oposisi disebut hampir mencapai kesepakatan atas langkah tersebut. Emas itu berpotensi jadi jaminan pinjaman untuk rekonstruksi pascagempa Juni lalu.
Pemindahan cadangan emas bank sentral Venezuela itu dilaporkan Financial Times pada Minggu (20/9/2026). Sejumlah sumber menyebut pemerintahan sementara Venezuela akan memegang kendali atas emas tersebut begitu kesepakatan rampung.
Nilai 31 metrik ton emas itu setara sekitar USD 4 miliar, atau Rp 71 triliun. Jumlahnya signifikan bagi negara yang tengah menata ulang posisi fiskalnya setelah bencana gempa besar.
Kendali atas Emas, Tapi Tak Bisa Dijual Cepat
Kesepakatan antara pemerintah dan oposisi memberi ruang bagi pemerintahan sementara untuk menguasai emas tersebut. Namun ada syarat ketat yang menyertainya.
Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, tidak diperbolehkan menjual kepemilikan emas itu secara cepat. Pembatasan itu disebut menjadi bagian dari jaminan agar cadangan tidak tergerus dalam waktu singkat.
Bank of England ke Federal Reserve New York
Emas tersebut sedianya berpindah dari Bank of England ke Federal Reserve Bank of New York. Dua institusi itu memang menjadi lokasi penyimpanan cadangan emas sejumlah bank sentral dunia.
Perpindahan yurisdiksi penyimpanan ini bukan sekadar urusan logistik. Penempatan emas di The Fed membuka opsi bagi Venezuela untuk menjaminkannya dalam skema pinjaman yang lebih luas.
Jaminan Pinjaman untuk Rekonstruksi Pascagempa
Cadangan emas itu berpotensi digunakan sebagai jaminan pinjaman pemerintah. Salah satu peruntukan yang disebut adalah pembiayaan rekonstruksi pascagempa besar pada Juni lalu.
Gempa tersebut meninggalkan kebutuhan pembiayaan yang besar, sementara ruang fiskal Venezuela terbatas. Emas bank sentral jadi salah satu aset paling likuid yang masih bisa dijaminkan.
Apa Artinya bagi Pasar dan Kreditur
Bagi kreditur, status emas sebagai jaminan memberi kepastian lebih dibanding pinjaman tanpa agunan. Namun larangan menjual cepat membatasi fleksibilitas Venezuela jika butuh dana mendesak.
Harga emas global juga jadi faktor penentu nilai jaminan. Jika harga logam mulia bergerak turun, nilai 31 metrik ton itu ikut menyusut dan rasio jaminan terhadap pinjaman berubah.
Sejauh ini belum ada keterangan resmi soal tenor pinjaman maupun pihak pemberi pinjaman yang akan memakai emas tersebut sebagai agunan. Financial Times menyebut kesepakatan belum final dan masih dalam tahap penyelesaian.