Pencarian

Saham JARR Milik Haji Isam Anjlok 4,56% Usai Gadai 7,99 Miliar Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 • 10:04:01 WIB
Saham JARR Milik Haji Isam Anjlok 4,56% Usai Gadai 7,99 Miliar Saham ke Bank Mandiri
Saham JARR turun 4,56% ke Rp 2.930 per saham pada sesi I Jumat (9/10/2026).

NARAWARTA.COM — Saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk. (JARR) merosot 4,56% ke Rp 2.930 per saham pada sesi I Jumat (9/10/2026), setelah pemegang saham pengendalinya menggadaikan hampir 8 miliar lembar saham ke Bank Mandiri. Transaksi gadai 7.997.556.204 lembar itu dilakukan PT Eshan Agro Sentosa sebagai jaminan fasilitas kredit afiliasi perseroan. Penurunan ini menekan kapitalisasi pasar JARR yang kini tercatat Rp 27,05 triliun.

PT Eshan Agro Sentosa menandatangani akta gadai saham sebagai bagian dari pengikatan jaminan atas fasilitas kredit yang diperoleh afiliasi JARR dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), jumlah saham yang dijaminkan mencapai 100% dari total kepemilikan Eshan Agro Sentosa di JARR. Transaksi tersebut terjadi pada 30 September 2026.

Manajemen JARR menegaskan gadai saham itu tidak mengubah struktur pengendalian perseroan. Eshan Agro Sentosa tetap menjadi pengendali yang merupakan Kelompok Yang Terorganisasi Perseroan. Selain itu, tidak ada dilusi kepemilikan saham maupun perubahan jumlah modal ditempatkan dan modal disetor akibat transaksi tersebut.

Valuasi JARR Masih di Level Premium

Di tengah tekanan harga saham, valuasi JARR tergolong mahal. Rasio harga terhadap laba (price to earnings/PE ratio) emiten ini berada di level 101,29 kali, jauh di atas rata-rata sektor agrikultur. Dalam 52 pekan terakhir, harga saham JARR bergerak di rentang Rp 1.155 hingga Rp 9.600 per saham.

Kapitalisasi pasar JARR tercatat Rp 27,05 triliun. Posisi itu menempatkan JARR sebagai salah satu emiten dengan kapitalisasi menengah di sektor perkebunan dan pengolahan kelapa sawit.

Mengapa Gadai Saham Jadi Sentimen Negatif?

Gadai saham oleh pemegang saham pengendali kerap dibaca pasar sebagai sinyal risiko likuiditas. Meski manajemen menyebut transaksi dilakukan melalui prosedur yang wajar dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, investor tetap mencermati potensi tekanan lanjutan jika harga saham bergerak di bawah level tertentu.

Seluruh kepemilikan pengendali yang dijadikan jaminan membuat ruang manuver Eshan Agro Sentosa terbatas. Jika terjadi gagal bayar atas fasilitas kredit afiliasi, bank pemegang jaminan berpotensi mengeksekusi saham yang digadaikan. Kondisi itu bisa memicu perubahan komposisi pemegang saham JARR.

Respons Pasar dan Prospek JARR

Penurunan 4,56% pada sesi I menunjukkan pasar merespons negatif keterbukaan informasi tersebut. Harga saham JARR turun Rp 140 dari level sebelumnya ke Rp 2.930 per saham. Volume perdagangan dan aksi jual investor perlu dicermati hingga penutupan sesi II.

Bagi investor, dua hal utama yang perlu dipantau adalah perkembangan fasilitas kredit afiliasi JARR di Bank Mandiri dan pergerakan harga saham di sekitar level gadai. Selama tidak ada perubahan pengendalian, secara fundamental struktur kepemilikan JARR belum berubah. Namun sentimen gadai saham biasanya bertahan lebih lama dibanding reaksi harga harian.

Sumber: cnbcindonesia.com

Follow narawarta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks