NARAWARTA.COM — Langgur — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Maluku memprakirakan cuaca berawan tebal mendominasi wilayah Kota Tual serta empat kabupaten di kepulauan Maluku pada Senin (31/8) besok. Kecepatan angin dilaporkan berada di kisaran 13 hingga 18 knot dengan arah dominan bergerak dari tenggara menuju barat laut.
Peringatan dini yang dirilis Minggu (30/8) sore menyebut tinggi gelombang di perairan terbuka berpeluang mencapai 1,25 hingga 2,5 meter. Kondisi ini dipastikan berisiko bagi aktivitas pelayaran nelayan dan transportasi laut antar pulau.
Pulau-Pulau yang Berpotensi Terdampak Gelombang Sedang
BMKG memetakan sejumlah titik perairan yang perlu diwaspadai. Selain perairan Kepulauan Kei, potensi gelombang sedang juga mengintai perairan utara dan selatan Kepulauan Aru, serta wilayah barat dan timur Kepulauan Tanimbar.
Wilayah perairan Kepulauan Babar, Sermata, Leti, dan Wetar juga masuk dalam daftar waspada. Laut Arafuru bagian barat dan tengah menjadi area dengan cakupan gelombang paling luas yang harus diantisipasi nelayan.
Rincian Suhu dan Kelembaban di Empat Kabupaten
Di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara, suhu udara diperkirakan berada pada kisaran 26 hingga 27 derajat Celsius. Kelembaban udara tercatat antara 82 hingga 83 persen, dengan angin berhembus dari tenggara menuju barat laut dengan kecepatan 16 hingga 17 knot.
Situasi serupa terjadi di Kabupaten Maluku Barat Daya. Kecepatan angin di wilayah itu sedikit lebih tinggi, mencapai 14 hingga 18 knot, sementara kelembaban udara berada di angka 73 hingga 77 persen dan suhu tetap pada 26 hingga 27 derajat Celsius.
Kabupaten Kepulauan Tanimbar menghadapi angin dengan kecepatan 14 hingga 16 knot. Tingkat kelembaban di sana lebih kering, yakni 72 hingga 78 persen, dengan suhu yang sama seperti wilayah lainnya, 26 hingga 27 derajat Celsius.
Wilayah Kepulauan Aru menjadi satu-satunya kabupaten dengan suhu sedikit lebih hangat, mencapai 28 derajat Celsius pada siang hari. Kelembaban udara di kawasan ini paling tinggi dibanding daerah lain, yaitu 80 hingga 85 persen, dengan kecepatan angin paling rendah di angka 13 hingga 14 knot.
Yang Perlu Dilakukan Warga Pesisir
BMKG mengimbau nelayan dan operator kapal kecil untuk tidak memaksakan diri melaut saat kondisi gelombang menengah. Tinggi gelombang 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi membahayakan kapal dengan tonase rendah.
Masyarakat yang tinggal di pesisir diminta memantau perkembangan informasi cuaca dari kanal resmi BMKG, terutama menjelang aktivitas pada Senin pagi. Arah angin yang bergerak dari tenggara menuju barat laut juga perlu menjadi perhatian bagi pelayaran antarpulau.