Pencarian

IPLM Kaltim 44,11 Peringkat 7 Nasional, Gubernur Rudy Ingatkan Jebakan "Baca Judul Langsung Komen"

Senin, 31 Agustus 2026 • 03:32:01 WIB
IPLM Kaltim 44,11 Peringkat 7 Nasional, Gubernur Rudy Ingatkan Jebakan
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud mengingatkan pentingnya literasi kritis di tengah kebiasaan masyarakat menanggapi informasi hanya berdasarkan judul berita.

SAMARINDA — Angka 44,11 yang diraih Kalimantan Timur dalam Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) 2025 menempatkan provinsi ini di posisi ketujuh dari 38 provinsi di Indonesia. Namun peringkat itu diingatkan tidak otomatis berarti masyarakatnya telah melek informasi di era digital yang serba cepat.

Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud menyebut perkembangan teknologi telah mengubah makna literasi secara mendasar. Ia mencontohkan kebiasaan warganet yang kerap berkomentar panjang hanya berdasarkan potongan judul tanpa membaca isi beritanya secara utuh.

Literasi Hari Ini: Bukan Sekadar Lancar Membaca

"Pemahaman kita tentang literasi juga harus terus berkembang. Literasi hari ini jauh lebih luas. Masyarakat tidak cukup hanya mampu membaca, tetapi juga harus mampu memahami, menyaring, dan menggunakan informasi secara bijak," kata Rudy dalam keterangan yang dikutip dari akun Instagram Pemprov Kaltim.

Ia menyoroti fenomena yang kian umum di media sosial. Informasi bergerak cepat, tetapi verifikasi justru kerap terlewat.

"Apalagi di era media sosial ini, informasi begitu cepat. Baru membaca judul saja, belum membaca isi, komen langsung panjang," ungkapnya.

Menurut Rudy, kondisi tersebut menunjukkan kemampuan membaca harus berjalan beriringan dengan berpikir kritis. Masyarakat perlu memastikan informasi yang diterima benar-benar dipahami sebelum disebarkan atau dijadikan dasar pengambilan keputusan.

Generasi Muda Diminta Beralih dari Konsumen Jadi Pencipta

Rudy juga menyampaikan pesan khusus kepada generasi muda Kaltim agar tidak berhenti sebagai pengguna informasi. Mereka didorong untuk membaca lebih banyak, berpikir kritis, lalu menghasilkan karya nyata.

"Kepada anak-anak serta generasi muda Kaltim, kami titip satu pesan: jangan hanya menjadi pengguna informasi. Jadilah pencipta informasi dan pencipta karya," pesannya.

Ia menegaskan Gerakan Literasi Kaltim tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Gerakan tersebut harus hadir dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari keluarga, sekolah, desa dan kelurahan, komunitas, tempat kerja, hingga lingkungan masyarakat.

Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Penguatan Ekosistem

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim Lisa Hasliana menuturkan Festival Literasi Kaltim yang digelar menjadi momentum menyatukan langkah berbagai pemangku kepentingan. Gerakan ini diarahkan untuk meningkatkan minat baca sekaligus kecakapan literasi masyarakat.

Penguatan ekosistem dilakukan melalui kolaborasi pemerintah, keluarga, satuan pendidikan, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat. Dengan pendekatan itu, literasi diharapkan tumbuh bukan hanya di perpustakaan atau sekolah, tetapi menjadi bagian dari aktivitas warga sehari-hari.

Tantangan Baru: Banjir Informasi dan Kecerdasan Buatan

Bunda Literasi Kaltim Suraidah Harum mengingatkan pemaknaan literasi harus diperluas mengikuti perubahan zaman. Ia menyebut anak-anak kini hidup di tengah lingkungan informasi yang jauh lebih kompleks dibanding generasi sebelumnya.

"Anak-anak kita hidup di tengah banjir informasi. Mereka berhadapan dengan media sosial, teknologi digital, kecerdasan buatan, berbagai macam informasi, sekaligus disinformasi," kata Suraidah.

Karena itu, generasi muda perlu dibekali beragam kemampuan, mulai dari literasi kesehatan, keuangan, lingkungan, budaya, hingga teknologi. Kemampuan berpikir kritis menjadi bagian penting agar masyarakat tidak mudah menerima informasi tanpa pemeriksaan terlebih dahulu.

"Literasi juga berkaitan dengan pembentukan karakter seseorang, agar mampu menentukan informasi maupun tindakan yang baik bagi dirinya dan orang lain," terangnya.

Dengan peringkat ketujuh yang diraih, pekerjaan rumah Kaltim tidak berhenti pada mempertahankan angka 44,11. Ukuran keberhasilan sesungguhnya adalah sejauh mana indeks itu tercermin dalam kemampuan warga menyaring informasi dan mengambil keputusan secara bijak di ruang digital.

Sumber: inibalikpapan.com

Follow narawarta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks