PALEMBANG — Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmennya untuk membina dan mengembangkan Satlinmas sebagai instrumen negara melalui Asosiasi Perlindungan Masyarakat (Aslinmas). Organisasi yang diinisiasi oleh lima gubernur ini lahir dari kebutuhan untuk menjawab tantangan masyarakat yang kian beragam, mulai dari ancaman bencana hingga potensi konflik sosial.
“Satlinmas adalah instrumen penting yang telah ada sejak lama. Bahkan, pada masa awal kemerdekaan, Linmas menjadi salah satu bagian dari pertahanan rakyat semesta,” ungkap Andra Soni di Palembang, Jumat (28/8/2026).
Seiring berjalannya waktu, fungsi Linmas dinilai terus bertumbuh dan kini fokus pada perlindungan masyarakat. Tugas dan pengabdian mereka pun semakin diapresiasi berbagai pihak.
Fokus Utama: Kapasitas Anggota dan Edukasi Lingkungan
Salah satu prioritas Aslinmas adalah meningkatkan kapasitas anggota Satlinmas yang jumlahnya mencapai lebih dari satu juta orang di Indonesia. Andra Soni menyebut, ke depan tugas mereka akan diperluas tidak hanya menjaga ketertiban, tetapi juga menjadi agen edukasi bagi masyarakat.
“Salah satu tugas dan fungsi Linmas yang akan dioptimalkan ke depan adalah menjaga ketertiban, serta menjadi bagian dari edukasi masyarakat terkait lingkungan yang asri. Hal ini bisa dimulai dari pemilahan sampah sejak awal,” jelasnya.
Pemprov Banten pun berkomitmen penuh mendukung optimalisasi Satlinmas di daerah. “Mudah-mudahan Provinsi Banten bisa mengoptimalkan hal ini. Kami sudah berkomitmen dengan para kepala daerah untuk memaksimalkan tugas, fungsi, dan peran Satlinmas,” tegasnya.
Wamendagri: Garda Terdepan Ketentraman dan Ketertiban
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ahmad Wiyagus yang bertindak sebagai inspektur upacara menegaskan, penyelenggaraan ketentraman, ketertiban, dan pelindungan masyarakat (trantib linmas) adalah bagian dari tanggung jawab negara. Kehadiran Satlinmas disebut semakin krusial di tengah tantangan masyarakat yang beragam.
“Satlinmas merupakan kekuatan sosial dan kewilayahan yang sangat besar di tengah masyarakat. Ini adalah bagian dari kegiatan masyarakat yang perlu dibina dan ditingkatkan,” ungkap Wiyagus.
Ia juga berpesan agar Satlinmas mampu menjadi penghubung antara masyarakat dengan pemerintah, TNI, Polri, dan unsur lainnya. Penguatan profesionalisme, sinergi, serta kedekatan sosial menjadi kunci keberhasilan tugas mereka di lapangan.
Sinergi untuk Persatuan Bangsa
Apel Akbar yang diikuti 3.000 anggota Satlinmas ini juga mendapat perhatian dari Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Ia berharap kehadiran Aslinmas mampu memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.
“Aslinmas harus membangun sinergi dengan berbagai elemen masyarakat secara proporsional demi kepentingan bangsa, negara, dan masyarakat,” pesannya.