JAKARTA, NARAWARTA.COM — Tim Penetapan Harga TBS Provinsi Jambi menetapkan harga tertinggi tandan buah segar kelapa sawit periode 11-17 September 2026 di angka Rp3.950,68 per kilogram, naik Rp30,41 dari periode sebelumnya. Di Bengkulu, harga tertinggi periode 1-15 September 2026 berada di Rp3.546,45 per kilogram. Selisih keduanya Rp404,23 per kilogram, mencerminkan disparitas harga antarwilayah sentra sawit di Sumatera.
Penetapan harga TBS Jambi berlaku untuk periode 11-17 September 2026, lebih pendek dari siklus dua pekan yang dipakai Bengkulu. Harga tertinggi di Jambi menyasar kelompok umur tanaman 10-20 tahun. Bengkulu menempatkan umur 21 tahun sebagai kategori puncak.
Untuk tanaman umur 9 tahun, Jambi mematok Rp3.866,19 per kilogram. Angka ini menjadi acuan bagi petani swadaya yang kebunnya belum masuk kategori umur produktif puncak.
Dua parameter pengolah ikut ditetapkan. Harga CPO Jambi berada di Rp15.641,07 per kilogram, sementara kernel atau inti sawit di Rp13.136,50 per kilogram. Indeks K provinsi ini tercatat 93,64 persen.
Bengkulu Pakai Siklus Dua Pekan, Indeks K di Bawah Jambi
Bengkulu menetapkan harga TBS untuk rentang 1-15 September 2026. Harga tertinggi Rp3.546,45 per kilogram berlaku bagi tanaman umur 21 tahun. Umur 9 tahun dipatok Rp3.465,49 per kilogram.
Indeks K Bengkulu tercatat 89,09 persen, terpaut 4,55 poin dari Jambi. Parameter ini memengaruhi besaran harga yang diterima petani karena berkaitan dengan rendemen dan kualitas buah yang diserahkan ke pabrik.
Harga CPO Bengkulu justru lebih tinggi dari Jambi, yakni Rp15.813,45 per kilogram. Namun kernelnya lebih rendah, di Rp12.631,02 per kilogram.
Data pembanding periode sebelumnya untuk Bengkulu tidak tersedia lengkap dalam bahan penetapan. Karena itu, arah pergerakan harga di provinsi ini belum bisa dipastikan naik atau turun.
Mengapa Harga Jambi dan Bengkulu Beda Rp404 per Kilogram
Selisih harga tertinggi antara Jambi dan Bengkulu mencapai Rp404,23 per kilogram. Jarak ini tidak hanya soal waktu penetapan yang berbeda, tetapi juga struktur umur tanaman yang dijadikan acuan.
Jambi memakai rentang umur 10-20 tahun sebagai kategori harga tertinggi. Bengkulu menempatkan umur 21 tahun di posisi puncak, dengan harga umur 9 tahun yang lebih rendah Rp80,96 dari kategori tertinggi.
Indeks K menjadi pembeda lain. Angka 93,64 persen di Jambi versus 89,09 persen di Bengkulu menunjukkan kualitas buah yang diolah di kedua provinsi tidak identik.
Kepala Dinas Perkebunan Riau, Supriadi, menyatakan kenaikan harga TBS pekan ini lebih disebabkan faktor naiknya harga CPO dan kernel. Pernyataan itu merujuk konteks Riau, tetapi logikanya berlaku umum di pasar sawit Sumatera.
Posisi Jambi dan Bengkulu di Peta Harga Sumatera
Sumatera Utara mencatat harga tertinggi Rp4.082,94 per kilogram untuk umur 21 tahun, periode 9-15 September 2026. Angka itu menjadi patokan atas di kawasan Sumatera bagian utara.
Riau menetapkan harga Mitra Plasma Rp3.994,10 per kilogram dan Mitra Swadaya Rp3.943,46 per kilogram untuk periode yang sama. Keduanya di atas posisi Jambi dan Bengkulu.
Dengan demikian, Jambi berada di peringkat ketiga dari empat provinsi yang datanya tersedia. Bengkulu menempati posisi terbawah dengan selisih Rp536,49 dari Sumatera Utara.
Petani di kedua provinsi perlu mencermati tanggal berlaku masing-masing penetapan. Siklus Jambi yang mingguan berbeda dari Bengkulu yang dua pekan, sehingga waktu penjualan menentukan harga yang diterima.
Seluruh angka mengacu pada Berita Acara Tim Penetapan Harga TBS provinsi masing-masing, sebagaimana dikutip Agricom.id dan Jambi Ekspres.
Ringkasan Harga TBS Sawit per 15 September 2026
| Provinsi | Harga Tertinggi | Perubahan | CPO | Kernel |
|---|---|---|---|---|
| Riau (Swadaya) | Rp3.943,46/kg (umur 9 th) | Naik Rp64,62 | Rp15.972,25/kg | Rp14.068,16/kg |
| Riau (Plasma) | Rp3.994,10/kg (umur 9 th) | Naik Rp62,55 (+1,59%) | — | — |
| Sumatera Utara | Rp4.082,94/kg (umur 21 th) | Naik Rp26,62 | Rp16.244,53/kg | Rp13.883,94/kg |
| Jambi | Rp3.950,68/kg (umur 10-20 th) | Naik Rp30,41 | Rp15.641,07/kg | Rp13.136,50/kg |
| Bengkulu | Rp3.546,45/kg (umur 21 th) | Data pembanding tidak tersedia | Rp15.813,45/kg | Rp12.631,02/kg |
"Kenaikan harga minggu ini lebih disebabkan karena faktor naiknya harga CPO dan kernel," kata Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Supriadi.
Harga berlaku untuk periode masing-masing provinsi: Riau & Sumut periode 9-15 September 2026, Jambi periode 11-17 September 2026, Bengkulu periode 1-15 September 2026. Sumber: Berita Acara Tim Penetapan Harga TBS tiap provinsi.