Pencarian

Mengapa Pertahanan Udara Arab Saudi Kewalahan Hadapi Serangan Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 • 11:23:31 WIB
Mengapa Pertahanan Udara Arab Saudi Kewalahan Hadapi Serangan Houthi
Serangan ke Bandara Internasional Raja Khalid di Riyadh menewaskan 12 orang dan melukai 309 lainnya.

NARAWARTA.COM — Serangan ke Bandara Internasional Raja Khalid di Riyadh menewaskan 12 orang dan melukai 309 lainnya, menjadikannya insiden paling mematikan di sana dalam lebih dari satu dekade. Houthi melancarkan gelombang rudal balistik, rudal jelajah, dan drone yang menembus sistem pertahanan berlapis Arab Saudi. Kegagalan intersepsi ini memicu pertanyaan soal efektivitas pertahanan udara kerajaan di tengah keterbatasan stok amunisi pencegat.

Otoritas penerbangan Arab Saudi langsung mengalihkan semua penerbangan dari bandara. Amerika Serikat dan Inggris turut mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warganya. Serangan ini menandai eskalasi baru dalam kampanye militer Houthi terhadap kerajaan yang dimulai September lalu.

Persenjataan Houthi yang Makin Canggih

Houthi telah menembakkan ratusan drone dan rudal ke Arab Saudi sejak intervensi koalisi pimpinan Saudi pada 2015. Persenjataan mereka berkembang pesat sejak merebut kendali Sanaa dari pemerintah pada September 2014. Kini drone dan rudal mereka menjangkau hingga Israel.

Di antara opsi tercanggih mereka adalah rudal balistik jarak menengah Palestine-2. Rudal bahan bakar padat dua bagian ini diyakini memiliki jangkauan 2.000 km dengan kemampuan hipersonik. Ada pula Toufan, yang tampaknya merupakan rudal Ghadr Iran yang diubah namanya, dengan perkiraan jangkauan 1.350 hingga 1.950 km.

Jangkauan rudal tersebut memungkinkan Houthi menembus pertahanan udara Israel yang berjarak sekitar 2.000 km dari Yaman. Beberapa rudal membawa hulu ledak cluster. Houthi juga memiliki rudal jarak pendek seperti seri Burkan dan Badr, yang digunakan dalam serangan ke Arab Saudi.

Nawaf Obaid, peneliti Departemen Studi Perang Kings College, menilai persenjataan rudal Houthi diturunkan dari persenjataan Iran dengan beberapa pengaruh teknologi China.

"Houthi hanya menunjukkan sedikit bukti adanya inovasi teknologi mandiri signifikan. Kemampuan domestik mereka sebagian besar terbatas pada produksi rudal dan drone kelas bawah tertentu," ujarnya.

Taktik Serangan yang Mengecoh Pertahanan Udara

Houthi menggunakan senjata secara bersamaan, mencampurkan drone dan rudal dengan berbagai kecepatan untuk mengecoh sistem pertahanan udara. Taktik yang sama mewarnai perang darat Yaman. Mereka menggempur posisi pemerintah berminggu-minggu sebelum merebut pesisir Laut Merah dalam serangan kilat bulan lalu.

Mereka juga menargetkan Israel dan kapal yang diduga terkait Israel sejak dimulainya genosida di Gaza Oktober 2023. Jenis senjata pasti yang menyerang bandara Riyadh belum diketahui secara resmi.

Mengapa Pertahanan Arab Saudi Kewalahan

Otoritas Arab Saudi mengklaim berhasil menembak jatuh sejumlah proyektil selama sepekan terakhir, termasuk sepasang rudal balistik yang diarahkan ke ibu kota. Namun mereka gagal mencegat proyektil yang menghantam Bandara Internasional Raja Khalid.

Obaid menilai sesekali tertembusnya pertahanan udara Arab Saudi memang sudah diperkirakan. Luasnya wilayah dan perbatasan langsung dengan Yaman membuat pertahanan sempurna sulit diwujudkan.

"Meskipun memiliki sistem pertahanan udara berlapis-lapis, pasti akan ada satu yang berhasil lolos," katanya dikutip dari Al Jazeera.

Masalah lain adalah keterbatasan stok rudal pencegat. Arab Saudi bersama banyak sekutu AS berjuang menghadapi persediaan amunisi Patriot dan THAAD yang menipis. Amunisi ini terkuras saat awal peperangan dengan Iran.

Tekanan di Kedua Sisi

Houthi sendiri bertempur di bawah kendala serius. Mereka menghadapi embargo senjata PBB, blokade Arab Saudi bertahun-tahun, dan harus bertempur di seluruh wilayah Yaman.

"Secara militer, koalisi pimpinan Arab Saudi lebih unggul, tapi Houthi bisa mendominasi berita utama dengan sesekali melancarkan serangan terhadap Arab Saudi," kata Obaid.

Pesawat tempur Saudi menggempur berbagai posisi Houthi di seluruh Yaman sepekan terakhir. Upaya memukul mundur kelompok yang didukung Iran tersebut masih berlanjut hingga kini.

Sumber: inet.detik.com

Follow narawarta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks