Pencarian

Harga Emas Spot Terkoreksi ke US$4.385 Jelang Rilis Inflasi AS, Peluang Kenaikan Suku Bunga The Fed Membayangi

Rabu, 09 September 2026 • 08:42:01 WIB
Harga Emas Spot Terkoreksi ke US$4.385 Jelang Rilis Inflasi AS, Peluang Kenaikan Suku Bunga The Fed Membayangi
Harga emas spot terkoreksi ke level US$4.385 per ons di tengah antisipasi pasar terhadap rilis data inflasi AS pekan ini.

NARAWARTA.COM — Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember tercatat melemah lebih dalam, yakni 1% ke level US$4.431 per ons. Pasar tengah bersiap menghadapi rilis data Indeks Harga Produsen (PPI) pada Kamis dan Indeks Harga Konsumen (CPI) pada Jumat pekan ini—dua indikator yang akan menentukan langkah bank sentral AS.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperhitungkan peluang sekitar 60% untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan kebijakan The Fed September. Angka ini naik signifikan dari posisi sekitar 50% sebelum data ketenagakerjaan AS dirilis pekan lalu.

Lonjakan Harga Minyak dan Tenaga Kerja AS Kunci Pelemahan Emas

Tekanan terhadap logam mulia datang dari dua arah. Pertama, harga minyak mentah Brent yang mendekati US$100 per barel setelah kelompok Houthi menyerang fasilitas energi Arab Saudi. Brent sempat menyentuh US$99,46 per barel, level tertinggi sejak 24 Juli. Ancaman perang ekonomi dari Teheran terhadap AS turut memperparah situasi.

Kedua, data pertumbuhan lapangan kerja AS pada Agustus yang meningkat tajam. Tingkat pengangguran yang stabil di 4,1% memperkuat sinyal bahwa pasar tenaga kerja masih tangguh, memberi ruang bagi The Fed untuk bertindak agresif.

"Pergerakan emas tertahan dalam kisaran tertentu karena dibatasi oleh tingginya kemungkinan kenaikan suku bunga, yang terus menghambat momentum pasar," ujar Analis Senior StoneX, Daniel Pavilonis.

Wakil Presiden dan Ahli Strategi Logam Zaner Metals, Peter Grant, menambahkan bahwa lonjakan harga minyak menjadi salah satu faktor yang mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga pada September.

Mengapa Inflasi Justru Menjadi Musuh Emas Saat Ini

Logam mulia memang dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi. Namun, skenario kali ini berbeda. Kenaikan harga minyak yang memicu inflasi justru mendorong The Fed untuk menaikkan suku bunga—kebijakan yang mengurangi daya tarik emas karena aset ini tidak memberikan imbal hasil (non-yielding).

Sejak anjlok 2,4% pada Jumat pekan lalu, emas spot masih kesulitan menemukan momentum penguatan. Para analis melihat pergerakan harga akan sangat ditentukan oleh hasil rilis PPI dan CPI. Jika data menunjukkan inflasi masih panas, tekanan jual emas berpotensi berlanjut.

Perak dan Platinum Bergerak Variatif

Di pasar logam mulia lainnya, perak mencatat kenaikan tipis 0,2% menjadi US$66,30 per ons. Platinum menguat 1% ke US$1.844,58 per ons, sementara paladium justru tertekan 2,6% ke level US$1.351,75 per ons.

Investasi mengandung risiko.

Sumber: aspada.id

Follow narawarta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks