NARAWARTA.COM — Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM mengonfirmasi bahwa sumber dentuman tersebut diduga kuat berkaitan langsung dengan erupsi Gunung Anak Krakatau.
Pemicu Suara Dentuman hingga Radius Jauh
Karakteristik letusan gunung api aktif di tengah laut kerap menghasilkan pelepasan energi suara yang masif. Lontaran material pijar dan magma biasanya dibarengi tekanan gas tinggi yang menciptakan gelombang kejut di udara.
Kepala PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM, Siti Sumilah Rita Susilawati, menjelaskan bahwa suara dentuman gunung api memang memiliki daya jangkau yang sangat luas hingga menyeberang pulau.
“Nah untuk penyebabnya tadi seperti kami sampaikan, kami memang menduga nih suara yang tadi karena berhubungan dengan erupsi Anak Krakatau yang terjadi tadi malam, dugaan kuatnya memang itu berhubungan dengan gunung api Anak Krakatau walaupun kita perlu mencocokkan data terlebih dahulu nanti memastikan tadi yang apa pada saat kita merasakan getaran di beberapa wilayah tadi dengan waktu kejadian erupsi seperti itu,” kata Rita dalam konferensi pers, Sabtu (5/9/2026).
Faktor Cuaca yang Memperluas Rambatan Bunyi
Suara letusan yang terdengar hingga puluhan kilometer dari pusat kawah bukan hal yang mustahil secara vulkanologi. Kondisi atmosfer lokal memegang peranan penting dalam menghantarkan gelombang suara dari tengah laut ke daratan.
Rita menambahkan, perbedaan temperatur dan arah kecepatan angin memang berpotensi memengaruhi perambatan dari dentuman ataupun suara erupsi tersebut. Lapisan udara tertentu dapat membiaskan gelombang suara sehingga terdengar lebih jelas di wilayah daratan pesisir.
Saat ini instansi terkait terus memverifikasi sinkronisasi waktu antara data rekaman kegempaan di pos pengamatan dan laporan getaran yang dirasakan masyarakat di Jawa Barat maupun Lampung.
Panduan Aman bagi Wisatawan di Pesisir Selat Sunda
Bagi pelancong yang sedang merencanakan agenda wisata pantai di sekitar Banten, pesisir barat Lampung, atau kawasan Jawa Barat, pemantauan status aktivitas vulkanik mutlak diperlukan sebelum beraktivitas di laut lepas.
Wisatawan diimbau untuk mematuhi rekomendasi jarak aman dari PVMBG dan tidak mendekati kawah aktif Gunung Anak Krakatau. Hindari aktivitas bahari seperti tur perahu sewa mendekati pulau vulkanik tersebut hingga ada pembaruan resmi mengenai tingkat aktivitas gunung.
Informasi terkini mengenai status aktivitas Anak Krakatau serta radius aman wisata dapat dikonfirmasi langsung via aplikasi Magma Indonesia atau pos pengamatan gunung api setempat.