Laba Pegadaian Melonjak 84,4 Persen Jadi Rp 6,59 Triliun per Juni 2026

PT Pegadaian mencatat laba bersih Rp 6,59 triliun hingga 30 Juni 2026.
Penulis: Galih
Jumat, 18 September 2026 | 08:03:31 WIB

NARAWARTA.COM — PT Pegadaian membukukan laba bersih Rp 6,59 triliun hingga 30 Juni 2026, naik 84,4 persen dari Rp 3,58 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Lonjakan ini ditopang pertumbuhan aset dan pembiayaan yang agresif, sekaligus menjadi salah satu bukti pembenahan manajemen BUMN yang disorot Presiden Prabowo Subianto.

Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti langsung kinerja perusahaan pelat merah tersebut. Menurutnya, perbaikan kinerja BUMN bisa dicapai dalam waktu singkat asalkan manajemen dikelola secara baik dan transparan.

Pembenahan Manajemen Jadi Kunci

Prabowo menyebut lonjakan laba Pegadaian sebagai bagian dari hasil pembenahan besar-besaran di tubuh BUMN. Ia membandingkan capaian Pegadaian dengan sejumlah perusahaan negara lain yang juga mencatat kenaikan signifikan.

"Pembenahan BUMN kita lakukan secara besar-besaran. Di 6 bulan pertama tahun 2026 ini, untung bersih PT Semen Indonesia naik 408,9%. 400%," ujar Prabowo, beberapa waktu lalu.

Ia juga menyebut laba bersih PT Pupuk Indonesia naik 252,8 persen dan PT Pertamina naik 86 persen pada periode yang sama. Menurut Prabowo, transparansi manajemen berdampak langsung pada percepatan pertumbuhan perusahaan negara.

"Ini membuktikan dengan manajemen yang akal sehat, dengan niat tidak menipu, keberhasilan kita bisa datang dengan sangat cepat," kata Prabowo.

Aset Tumbuh 53,9 Persen, Kredit Macet Turun

Peningkatan laba Pegadaian tercermin dari total aset yang tumbuh 53,9 persen menjadi Rp 186,33 triliun, dari sebelumnya Rp 121,1 triliun. Pertumbuhan itu didorong Outstanding Loan (OSL) gross yang melonjak 52,7 persen menjadi Rp 155,1 triliun.

Kualitas pembiayaan juga membaik. Rasio Non-Performing Loan (NPL) Pegadaian turun dari 0,81 persen pada 30 Juni 2025 menjadi 0,71 persen pada 30 Juni 2026 — menandakan ekspansi kredit tetap diikuti disiplin risiko.

Dari sisi layanan, Pegadaian memperkuat portofolio digitalnya lewat aplikasi Tring!, hasil rebranding dari Pegadaian Digital yang diluncurkan pada 8 Oktober 2025 di Jakarta. Aplikasi ini menaungi produk Tabungan Emas, Deposito Emas, hingga pembiayaan multiguna dan kendaraan.

Emas Jadi Penopang Utama

Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Damar Latri Setiawan menyatakan pertumbuhan kinerja ini diraih di tengah tantangan ekonomi dan geopolitik yang masih berlangsung. Ia berterima kasih atas kepercayaan nasabah dan masyarakat terhadap produk serta layanan Pegadaian.

"Alhamdulillah, Pegadaian terus membukukan pertumbuhan kinerja di tengah tantangan ekonomi dan geopolitik saat ini. Terima kasih kepada Nasabah dan seluruh masyarakat Indonesia, atas kepercayaan terhadap produk dan layanan Pegadaian," ujar Damar.

Menurut Damar, pihaknya berkomitmen menghadirkan produk dan layanan yang relevan bagi masyarakat. Kehadiran Layanan Bank Emas dan aplikasi Tring! diharapkan mempermudah masyarakat berinvestasi bersama Pegadaian.

"Pencapaian ini juga merupakan buah dari dedikasi dan kerja keras seluruh Insan Pegadaian," tambah dia.

Infrastruktur ruang penyimpanan emas berstandar internasional dan Layanan Bank Emas (Bullion Services) menjadi tumpuan utama Pegadaian. Pasalnya, 90 persen agunan gadai nasabah berupa emas.

"Emas terbukti menjadi aset aman (safe haven) yang paling diminati masyarakat. Dengan hadirnya layanan Bank Emas yang juga terintegrasi dengan Tring!, kami optimis dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap roda perekonomian nasional," tutup Damar.

Lonjakan laba Pegadaian menempatkannya sejajar dengan sejumlah BUMN lain yang mencetak pertumbuhan double digit pada semester I 2026. Bagi investor dan pelaku pasar, capaian ini menjadi sinyal bahwa strategi transformasi digital dan penguatan bisnis berbasis emas mulai berbuah nyata.

Reporter: Galih