Pertamina Perkuat Pasokan Pertalite di Jember dan Lumajang, Antrean SPBU Mulai Terurai
NARAWARTA.COM — Antrean kendaraan roda dua dan empat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jember dan Lumajang mulai terurai setelah Pertamina menambah pasokan Pertalite. Penguatan distribusi ini merupakan respons atas kelangkaan sementara yang dipicu oleh kendala di jalur distribusi, bukan berkurangnya stok nasional.
Penyebab Antrean: Kemacetan 12 Km dan Panic Buying
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan akar masalah berasal dari kemacetan panjang di wilayah Ketapang, Banyuwangi. Kemacetan yang mencapai sekitar 12 kilometer itu terjadi akibat revitalisasi kapasitas dermaga ASDP, sehingga memperlambat waktu tempuh mobil tangki menuju Jember.
Kondisi tersebut diperparah dengan meningkatnya konsumsi masyarakat akibat kekhawatiran atau panic buying. "Konsumsi produk gasoline mengalami peningkatan dibandingkan kondisi normal," ujar Ahad dalam keterangan tertulis yang diterima di Jember, Senin.
Langkah Pertamina: Prioritas Pengiriman dan Alih Pasokan
Untuk mempercepat normalisasi, Pertamina tidak hanya menambah volume pengiriman, tetapi juga mengatur ulang prioritas distribusi. SPBU di pusat kota menjadi fokus utama pengiriman melalui koordinasi dengan Integrated Terminal (IT) Tanjungwangi.
Pertamina juga meminta dukungan alih pasokan dari IT Surabaya dan IT Malang. "Koordinasi dilakukan untuk memetakan kebutuhan, mengatur prioritas pengiriman, serta memperkuat pasokan Pertalite," kata Ahad. Realisasi pasokan pada 5 September 2026 telah mencapai sekitar 110 persen, menandakan proses build up stok di SPBU mulai berjalan.
Imbauan untuk Masyarakat dan Pengawasan
Pertamina berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk mengimbau warga membeli BBM sesuai kebutuhan. "Masyarakat diimbau tidak perlu khawatir atau melakukan pembelian secara berlebihan karena Pertamina terus melakukan penguatan pasokan," tegas Ahad.
Pihaknya memastikan penyaluran dipantau secara berkala hingga kondisi kembali normal. Pertamina juga mengajak masyarakat berperan aktif mengawasi penyaluran BBM bersubsidi.
Jika menemukan indikasi penyalahgunaan atau pelayanan yang tidak sesuai ketentuan di SPBU, laporan dapat disampaikan melalui Pertamina Contact Center 135. Setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.