NARAWARTA.COM — Kepastian kelolosan Malaysia U-20 didapat usai mereka menang 2-1 atas tuan rumah Laos di laga pamungkas Grup A Kualifikasi Piala Asia U-20 2027. Namun, kemenangan tersebut tidak sepenuhnya dihitung dalam klasemen runner-up terbaik karena Grup A hanya dihuni tiga tim, sehingga poin melawan juru kunci grup dianulir.
Tanpa tambahan tiga poin dari laga kontra Laos, Malaysia hanya mengantongi dua poin dari hasil imbang melawan Timnas Indonesia U-20 dan Australia. Berbekal dua angka tersebut, posisi Malaysia sebagai runner-up terbaik sempat terancam, tetapi akhirnya mereka selamat setelah bersaing ketat dengan Kuwait yang juga mengumpulkan dua poin.
Posisi Krusial di Klasemen Runner-up Terbaik
Regulasi yang tidak menghitung poin lawan tim juru kunci membuat Malaysia bertahan di posisi paling buncit dari tujuh slot runner-up terbaik yang tersedia. Meski tipis, pencapaian ini menjadi tiket berharga bagi skuad asuhan pelatihnya untuk terbang ke China tahun depan.
Kelolosan ini terasa istimewa bagi sepak bola Malaysia. Sebab, sejak era 1980 hingga 2025, Harimau Muda hanya tiga kali tampil di putaran final Piala Asia U-20, yakni pada edisi 2004, 2006, dan 2018.
Malaysia U-20 Akhiri Mimpi Buruk di Kualifikasi
Dua edisi terakhir menjadi mimpi buruk bagi Malaysia. Pada Kualifikasi Piala Asia U-20 2023, mereka hanya finis di peringkat ketiga Grup E dan gagal bersaing sebagai runner-up terbaik. Nasib serupa kembali terjadi pada Kualifikasi 2025, ketika Malaysia terpuruk di posisi keempat klasemen akhir Grup E.
Kegagalan beruntun itu akhirnya berhenti di edisi kali ini. Dengan kepastian lolos ke Piala Asia U-20 2027, Malaysia tidak hanya mengamankan tempat di putaran final, tetapi juga mencatatkan diri sebagai tim yang mampu bangkit dari keterpurukan di pentas usia muda Asia.