NARAWARTA.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Selasa (8/9/2026) di zona hijau dengan menguat 0,3 persen ke level 6.639,51. Penguatan ini ditopang aksi beli investor pada saham perbankan berkapitalisasi besar serta emiten tambang PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN). Kapitalisasi pasar bursa pada pembukaan sesi I tercatat mencapai Rp11.652 triliun.
Penguatan indeks utama ini selaras dengan pergerakan indeks acuan lain yang kompak menghijau. LQ45 tercatat naik 0,77 persen, IDX30 menguat 0,68 persen, dan KOMPAS100 berhasil menguat 0,76 persen pada perdagangan pagi ini.
BBCA dan AMMN Memimpin Penguatan, ASII Justru Tertekan
Data bursa menunjukkan empat saham berkapitalisasi raksasa menjadi penopang utama kenaikan IHSG. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melesat 1,51 persen, disusul PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang menguat 0,68 persen. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) ikut berkontribusi dengan apresiasi 0,59 persen.
Dari sektor komoditas, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencatatkan kenaikan paling signifikan di antara penggerak indeks lainnya, yakni sebesar 2,04 persen. Aksi beli terhadap saham emiten tambang tembaga dan emas ini dinilai menjadi sinyal positif bagi sektor pertambangan secara keseluruhan.
Di sisi lain, tidak semua saham unggulan bergerak seirama. PT Astra International Tbk (ASII) justru menjadi pemberat laju indeks setelah harganya terkoreksi 0,61 persen pada awal sesi perdagangan.
Nilai Transaksi Tembus Rp2,36 Triliun di Sesi Pembukaan
Aktivitas perdagangan pagi ini tercatat cukup ramai. Volume transaksi di papan utama Bursa Efek Indonesia mencapai 6,833 miliar saham hingga pukul 09.30 WIB. Nilai transaksi yang terbentuk dari pergerakan harga tersebut sudah mencapai Rp2,368 triliun.
Para analis pasar modal menilai penguatan IHSG pagi ini merupakan kelanjutan dari momentum positif yang terbangun sejak akhir pekan lalu. Namun, mereka mengingatkan investor untuk tetap mencermati pergerakan nilai tukar rupiah dan arus modal asing yang kerap menjadi sentimen penentu arah indeks pada sesi berikutnya.
Level psikologis 6.600 kini kembali berada di bawah harga penutupan, setelah sempat tertembus pada awal sesi. Pelaku pasar masih menantikan konsistensi penguatan untuk dapat membawa IHSG bertahan di atas level tersebut hingga penutupan perdagangan nanti.