JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR Mulyanto meminta pemerintah segera menurunkan harga BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar.
Permintaan itu disampaikan lantaran harga BBM saat ini tidak sesuai dengan pergerakan harga minyak dunia. Harga minyak dunia saat ini sudah merosot tajam dari puncaknya ke angka USD 74 per barel dari USD 210 per barel.
“Mohon kiranya, pimpinan DPR dapat mendorong atau mendesak pemerintah untuk menurunkan harga bbm bersubsidi seperti Pertalite dan Solar,” kata Mulyanto dalam Rapat Paripurna DPR, Selasa (10/1).
Ia pun mempertanyakan mengapa pemerintah tidak juga menurunkan harga Pertalite 90 turun. Padahal, Pertalite sejenis milik swasta seperti Revvo 90 dan BP 90 sudah menurunkan harganya.
Politikus PKS juga menyoroti kenaikan harga BBM bersubsidi jadi faktor melonjaknya inflasi di Indonesia. Pada September hingga Desember, inflasi Tanah Air meroket dari 1,8 persen menjadi 5,5 persen. Angka tersebut menurutnya melebihi target Bank Indonesia yang hanya 3 persen plus minus 1.
“Ini kontribusi kenaikan harga BBM. Karenanya untuk meringankan masyarakat meningkatkan daya beli mereka. Mohon kiranya pimpinan mendorong dan mendesak pemerintah menurunkan harga BBM bersubsidi,” tegas Mulyanto.
Menteri BUMN Erick Thohir sebelumnya menyebut pergerakan harga bahan bakar minyak (BBM) masih fluktuatif. Dia mengimbau masyarakat tetap waspada karena harga BBM itu sangat dipengaruhi oleh harga minyak dunia. Erick Thohir juga memberi sinyal akan berubah-ubahnya harga BBM bahkan tiap pekan.