Hati-hati! Penderita Darah Tinggi Hindari Makan Ikan Ini

Kesehatan115 Dilihat

Narawarta.com – Sejumlah penelitian menemukan, ikan berminyak dapat membantu melindungi jantung dan otak manusia dari penyakit. Makanan ini kaya akan jenis lemak tak jenuh ganda penting bernama omega 3, yang telah terbukti membantu menurunkan tekanan darah.

British Heart Foundation (BHF) mengatakan, tekanan darah tinggi dapat menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan, terutama jantung. Saat seseorang mengalami tekanan darah tinggi secara konsisten, aliran darah melalui pembuluh menjadi kuat, bergejolak, dan menyebabkan pengerasan pada dinding pembuluh.

Kondisi tersebut membuat jantung harus bekerja di bawah tekanan, yang secara dramatis meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, hingga gagal jantung.
Meski ikan bisa melindungi jantung, namun beberapa ikan sebaiknya tidak dikonsumsi karena berpotensi mengandung merkuri lebih banyak dari jenis ikan lainnya.

Bukan hanya itu, ikan-ikan ini juga relatif mengandung asam lemak omega 3 lebih rendah daripada makanan laut lain. Lantas, apa saja ikan yang sebaiknya dihindari penderita darah tinggi?

Ikan Pantangan Penderita Darah Tinggi

Sebuah penelitian dalam jurnal Hypertension mengungkap hubungan yang mengejutkan antara asupan ikan dan peningkatan tekanan darah. Dikutip dari laman Express, penelitian tersebut mengaitkan merkuri dalam makanan laut dengan tekanan darah tinggi.

Kendati demikian, penulis utama dan profesor epidemiologi Eric Dewailly menegaskan, temuan ini bukan alasan untuk berhenti mengonsumsi ikan. “Peningkatan kecil tekanan darah akibat metilmerkuri tidak akan pernah melebihi manfaat asam lemak omega 3,” ujarnya.

Merkuri (Hg) adalah logam berat yang secara alami ada di tanah, air, dan udara. Selain menjadi salah satu pencemar lingkungan, logam ini pun menimbulkan gangguan bagi kesehatan.

Sayangnya, ikan, makanan yang sangat bergizi, merupakan sarana utama penyaluran logam ini ke manusia dalam bentuk organiknya, metilmerkuri (MeHg). Sebagai pencegahan, tak ada salahnya untuk menghindari sejumlah ikan rendah omega 3 dan tinggi merkuri berikut, seperti ikan predator besar.

Tak hanya itu, membatasi penambahan garam pada olahan ikan juga dapat menjadi upaya untuk menjaga tekanan darah. Berikut beberapa ikan yang perlu dibatasi penderita hipertensi:

1. Todak

Ikan pertama yang sebaiknya tak dikonsumsi penderita darah tinggi atau hipertensi adalah ikan todak. Sesuai namanya, ikan yang dikenal dengan sebutan swordfish ini memiliki ciri khas moncong memanjang menyerupai pedang.

Meski memiliki ukuran cukup besar disertai daging yang melimpah, sebagian ikan ini mengandung merkuri cukup tinggi. Bahkan, dilansir dari laman Healthline, kandungan merkuri dalam ikan todak termasuk paling besar di antara jenis makanan laut lainnya, yakni 0,995 bagian per sejuta (ppm).

2. Hiu

Sebagai salah satu ikan predator, konsumsi hiu dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan, termasuk tekanan darah. Daging ikan hiu mengandung logam beracun seperti merkuri dalam kadar yang jauh melebihi batas, sekitar 0,979 ppm.

Oleh karena itu, siapa pun terutama orang dengan masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi perlu menghentikan konsumsi ikan hiu, meski hanya siripnya. Selain tak membawa banyak manfaat dan justru merugikan, konsumsi sirip predator ini dapat merusak ekosistem laut karena mengurangi populasi.

3. Marlin

Memiliki penampakan mirip todak, ikan marlin juga masuk dalam jajaran makanan laut yang berpotensi tercemar merkuri. Terlebih, ikan marlin merupakan hewan laut yang menduduki puncak rantai makanan, sehingga kandungan logam berat dapat terakumulasi dalam tubuhnya.

Kendati demikian, cemaran merkuri dalam ikan ini tercatat tak lebih banyak dari todak, yaitu sekitar 0,485 ppm.

Makanan yang Perlu Dibatasi Penderita Hipertensi

Selain ikan, beberapa makanan lain perlu dibatasi penderita tekanan darah tinggi agar kesehatan jantung dan pembuluh darah tetap terjaga.

Dihimpun dari Medical News Today, berikut makanan pantangan hipertensi:

1. Tinggi garam

Konsumsi garam atau natrium yang tinggi dapat meningkatkan tekanan darah. Sayangnya, banyak orang yang makan terlalu banyak natrium tanpa menyadarinya. Makanan cepat saji dan makanan olahan seperti ikan asin, biasanya mengandung natrium dalam jumlah berlebihan.

Bahkan, sering kali makanan jenis ini melebihi 2.300 miligram natrium yang direkomendasi untuk setiap orang dalam sehari. Sebelum mengonsumsi, pastikan memeriksa label nutrisi untuk mengetahui kadar natrium suatu makanan.

2. Makanan manis

Makanan dengan tambahan gula dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penambahan berat badan serta peningkatan tekanan darah. Para penulis sebuah ulasan pada 2021 menyatakan, konsumsi fruktosa adalah penyebab utama hipertensi.

Mereka pun menyoroti penelitian yang menunjukkan bahwa fruktosa dapat meningkatkan penyerapan garam dan memicu ekspresi insulin, yang dapat memicu tekanan darah tinggi.

3. Daging merah

Daging merah, terutama daging merah olahan, dapat meningkatkan tekanan darah. Tak sampai di situ, proses metabolisme daging merah di dalam tubuh juga dapat melepaskan senyawa yang lebih meningkatkan tekanan darah.

Sementara itu, beberapa daging merah yang perlu dibatasi, termasuk daging sapi, domba, babi, daging rusa, dan kambing.

4. Lemak jenuh

Berbeda dengan lemak tak jenuh, orang yang ingin menurunkan tekanan darah atau mengurangi risiko tekanan darah tinggi harus membatasi asupan lemak jenuh. Bagi kebanyakan orang, pembatasan ini berarti tidak mengonsumsi lebih dari 5–6 persen kalori harian dari lemak jenuh.

Sejumlah makanan yang perlu dibatasi, antara lain makanan penutup seperti puding, kue kering, cokelat, lemak masak seperti mentega dan margarin, serta produk susu berlemak.