Peran “Pak Lurah” di Kasus Pungli Rutan KPK

Headline, Hukrim, Nasional308 Dilihat

Jakarta, Narawarta — Pada Jumat, 19 Januari 2024, Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) secara tegas mengungkapkan keterlibatan pihak-pihak tertentu dalam organisasi dan pelaksanaan pungutan liar atau pungli di Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (Rutan KPK).

Pengungkapan ini menjadi sorotan menyusul sedang berlangsungnya sidang etik terhadap 93 Pegawai KPK yang diduga terlibat dalam praktik pungli.

Anggota Dewas KPK, Syamsuddin Haris, secara terbuka memberikan keterangan mengenai peran kunci yang dimainkan oleh “Pak Lurah,” seorang petugas senior di rutan.

Menurut Haris, Pak Lurah tidak hanya menjalankan, tetapi juga mengawasi aktivitas pungli bersama sejumlah koordinator di dalam Rutan KPK. “Dia yang senior, yang dituakan. Dia yang membagi-bagikan uang hasil pungli itu ke anak buahnya. Koordinator itu di bawah Pak Lurah, iya betul,” papar Haris dengan tegas.

Namun, masih terdapat ketidakjelasan terkait identitas dan jabatan Pak Lurah. Anggota Dewas KPK, Albertina Ho, menolak memberikan keterangan yang rinci, menyarankan agar masyarakat menunggu hasil putusan sidang.

“Nanti putusan juga bisa lihat ya, nanti kalau sudah putusan jelas. Enggak bukan (Karutan). Penjaga juga, sesama penjaga tapi ada yang mengkoordinir itu,” ucap Albertina dengan hati-hati.

Sebelumnya, Albertina secara terbuka mengakui bahwa para pegawai KPK menerima uang atau pungutan liar dengan tujuan memberikan fasilitas kepada tahanan di Rutan KPK, termasuk memungkinkan mereka membawa ponsel.

“Ya pegawainya. Jadi kalau ibaratnya tutup mata lah jadi orang itu bawa HP, kita tidak usah lihat. Pura-pura tak lihat, seperti itu. Kemudian makanan boleh masuk, tak pada waktunya,” ungkapnya.

Albertina juga mengungkapkan bahwa di Rutan KPK terdapat seorang koordinator yang mengatur kegiatan pungli.

Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa pungli hanya berkaitan dengan uang dan tidak melibatkan perangkat elektronik lain seperti laptop.

“Tidak-tidak (laptop). HP misalnya terus nanti disuruh, HP itukan perlu daya kan ada powerbank, nge-cas powerbank nanti harus bayar juga,” terang Albertina. (Deka)