Pencarian

BPJS Kesehatan Tetap Tanggung Layanan Jiwa, Rencana Perluas ke Daycare Lansia

Sabtu, 05 September 2026 • 08:24:31 WIB
BPJS Kesehatan Tetap Tanggung Layanan Jiwa, Rencana Perluas ke Daycare Lansia
Wamenkes Dante Saksono Harbuwono menegaskan layanan kesehatan jiwa tetap dijamin BPJS Kesehatan, baik oleh psikolog klinis maupun psikiater.

NARAWARTA.COM — Isu soal BPJS Kesehatan berhenti menanggung layanan psikolog yang beredar di media sosial akhir-akhir ini tidak benar. Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menegaskan layanan kesehatan jiwa tetap sepenuhnya dijamin, baik yang ditangani psikolog klinis maupun psikiater.

"Semua klien jiwa baik yang dilakukan oleh psikolog klinik maupun oleh psikiater itu harusnya bisa di-cover. Asal tetap ada kode IDRG," kata Dante dalam temu media di Rumah Sakit Soeharto Heerdjan, Jakarta, Jumat (4/9).

Rencana Jaminan Daycare untuk Lansia

Alih-alih memangkas layanan, Kemenkes justru berencana memperluas cakupan jaminan. Dante menyebut layanan daycare lansia tengah diupayakan masuk dalam skema pembiayaan BPJS Kesehatan.

Layanan ini dinilai penting karena lansia rentan mengalami penurunan fungsi degeneratif yang berdampak pada kesehatan mental. Daycare juga menjadi solusi bagi keluarga dengan mobilitas kerja tinggi yang ingin menitipkan orang tuanya dalam pengawasan medis.

"Jadi kita sama sekali tidak menurunkan klien BPJS-nya, justru akan kita tingkatkan dan kita cover lebih luas lagi klien BPJS-nya," tambah Dante.

Gangguan Jiwa Peringkat Kedua Penyebab Turunnya Kualitas Hidup

Data Kemenkes menempatkan gangguan jiwa sebagai faktor terbesar kedua penyebab penurunan kualitas hidup seseorang, tepat di bawah gangguan otot dan rangka. Secara global, satu dari tujuh orang hidup dengan kondisi kejiwaan tertentu.

Kemenkes mengimbau masyarakat mewaspadai gejala awal gangguan jiwa yang muncul konsisten lebih dari dua minggu. Tanda yang perlu diwaspadai meliputi perubahan fisik, emosi, perilaku, sulit konsentrasi, serta perubahan pola bicara dan aktivitas yang mencolok.

"Kalau ini berlangsung selama dua minggu dari gangguan fisik, emosi, dan perilaku, sulit konsentrasi, perubahan pola bicara, dan aktivitas yang mencolok lebih dari dua minggu. Maka harus cepat-cepat diidentifikasi sebagai kelainan jiwa," jelas Dante.

Langkah Awal Mendampingi Kerabat dengan Tekanan Jiwa

Ketika mendampingi kerabat yang mengalami tekanan psikologis, ada empat intervensi awal yang bisa dilakukan: bertanya, mendengarkan, menemani, dan menghubungkan dengan keluarga atau tenaga medis ahli.

Untuk pencegahan, Kemenkes telah mengintegrasikan program kesehatan jiwa ke dalam layanan CKG (Cek Kesehatan Gratis). Masyarakat juga bisa melakukan skrining mandiri melalui aplikasi Satu Sehat.

Bagi yang membutuhkan konsultasi darurat, Kemenkes menyediakan hotline Healing119 yang dapat diakses melalui nomor 119 ekstensi 8.

Jika Anda atau keluarga mengalami gejala gangguan jiwa yang berlangsung lebih dari dua minggu, segera konsultasikan ke fasilitas kesehatan terdekat atau hubungi layanan profesional untuk penanganan lebih lanjut.

Sumber: berbagai sumber

Follow narawarta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks