Polwan Polda Riau Turun ke Lokasi Karhutla Jelang HUT ke-78: Bagikan Masker hingga Bantu Padamkan Api

Polwan Polda Riau turun ke lokasi karhutla di Rokan Hilir untuk membantu memadamkan api agar tidak meluas ke pemukiman warga.
Penulis: Galih
Senin, 31 Agustus 2026 | 04:14:01 WIB

PEKANBARU — Polwan jajaran Polda Riau memaknai Hari Jadi ke-78 Polwan Republik Indonesia dengan pengabdian langsung di lapangan. Di tengah masih berlangsungnya musim kemarau, puluhan polisi perempuan diterjunkan ke wilayah terdampak karhutla untuk mengambil peran sesuai kebutuhan masyarakat.

Peran yang dijalankan berbeda tiap lokasi. Di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, sebanyak 26 Polwan Polres Pelalawan turun menemui warga terdampak. Mereka membagikan masker sekaligus menjalankan trauma healing, motivasi, dan dukungan psikologis kepada masyarakat yang tinggal di sekitar area terbakar.

Kehadiran tersebut menjadi bagian dari pendekatan kemanusiaan. Sebab dampak karhutla tidak hanya berhenti pada luas lahan yang hangus atau memburuknya kualitas udara—warga yang kehilangan kesempatan beraktivitas dan mengalami tekanan psikologis juga butuh perhatian.

Di Rokan Hilir, Polwan Ikut ke Titik Api

Peran berbeda dijalankan Polwan Polres Rokan Hilir. Mereka turun langsung ke lokasi karhutla di Napangga Pujud, Kecamatan Tanjung Medan, dan ikut dalam upaya pemadaman agar api tidak meluas ke pemukiman maupun lahan warga.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Akmadi menjelaskan keterlibatan Polwan itu menunjukkan penanganan karhutla membutuhkan kerja sama dari seluruh unsur, tidak hanya personel lapangan laki-laki. “Di Rokan Hilir, Polwan turun langsung membantu pemadaman. Di Kerumutan, Pelalawan, Polwan hadir mendampingi masyarakat melalui trauma healing dan pembagian masker. Perannya berbeda, tetapi tujuannya sama, yakni hadir sesuai kebutuhan masyarakat dan kondisi di lapangan,” kata Akmadi, Minggu (30/8/2026).

Karhutla Bukan Sekadar Soal Api

Menurut Akmadi, persoalan karhutla tidak bisa dilihat hanya dari proses memadamkan api. Ada dimensi kemanusiaan yang harus mendapatkan perhatian, terutama bagi masyarakat yang merasakan dampaknya secara langsung—baik dari segi kesehatan akibat asap maupun ketidakpastian mata pencaharian.

“Ada masyarakat yang harus kita lindungi dan dampingi. Karena itu selain pemadaman dan pendinginan, pelayanan kepada masyarakat terdampak juga menjadi bagian penting dari penanganan yang dilakukan,” ujarnya.

Pengabdian Menjadi Makna HUT Polwan

Rangkaian kegiatan ini sekaligus menjadi cara Polwan Polda Riau memaknai momentum Hari Jadi ke-78 Polwan RI melalui aksi yang bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh warga.

“Momentum Hari Jadi Polwan kami maknai dengan pengabdian. Ada Polwan yang berdiri bersama personel lainnya menghadapi api di lapangan, ada pula yang hadir mendampingi masyarakat terdampak. Semangatnya sederhana, Polwan hadir ketika masyarakat membutuhkan,” tegas Akmadi.

Reporter: Galih